Monday, 26 June 2017

test banner samping
test banner samping

Mahfud MD: Soal Sekolah 8 Jam, Pemerintah Seharusnya Pakai Rasa

Mahfud MD: Soal Sekolah 8 Jam, Pemerintah Seharusnya Pakai Rasa

Jakarta, Swamedium.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan rencana penerapan jam sekolah 8 jam sehari selama 5 hari ini merupakan kebijakan yang tidak peka terhadap sejarah bangsa dan mematikan Madrasah Diniyah.

Mahfud meminta Madrasah Diniyah jangan dihilangkan dengan alasan kebijakan yang rasional.

“Sekolah ini dinilai sebagai lembaga yang melakukan bimbingan mental keagamaan pada anak-anak di awal sekolah. Apalagi jenis lembaga ini jumlahnya masih banyak di Indonesia,” ujar Mahfud.

Menurut dia, pemerintah dalam membuat kebijakan seharusnya memakai rasa juga, yaitu pertimbangan bimbingan mental keagamaan.

“Jangan sampai madrasah diniyah terbunuh karena mengejar sekolah negeri,” lanjut Mahfud, seperti dikutip dari Repelita.

Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut menjelaskan kebijakan seperti itu pernah terjadi saat masa pendudukan Belanda.

“Kebijakan melalui akreditasi sekolah oleh Belanda sempat mematikan sekolah diniyah sebagai sekolah dengan corak keagamaan di Indonesia,” jelasnya.

Presidium Korps Alumni HMI ini menegaskan, untuk wacana yang digadangkan oleh Mendikbud dirinya tidak menolak namun sekolah agama atau madrasah diniyah harus diperhatikan agar ada dalam bagian proses pendidikan di Indonesia. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *