Wednesday, 26 July 2017

Sebut Jenderal Terlibat, Polisi Minta Novel Tak Sebut Nama

Sebut Jenderal Terlibat, Polisi Minta Novel Tak Sebut Nama

Foto: Tiga penyidik KPK Novel Baswedan (kedua kanan), Ambarita Damanik (kiri) dan M Irwan Santoso (kanan) tiba untuk menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3). (Antara)

Jakarta, Swamedium.com — Mabes Polri mengingatkan Novel Baswedan untuk tidak terburu-buru melontarkan pernyataan, tentang adanya keterlibatan oknum jenderal polisi pada kasus teror penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Ada implikasi hukum apabila pernyataan penyidik senior KPK tersebut menyebutkan nama, namun tidak terbukti keterlibatanya.

“Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati, karena kalau menyebut nama dan tidak terbukti ada implikasi hukum,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto, di Rupatama Mabes Polri, Jumat (16/6).

Setyo menambahkan, apabila Novel mempunyai Informasi sebaiknya ia memberikan keterangannya kepada penyidik, bukan ke media.

“Kalau memang saudara Novel mempunyai informasi lebih baik dituangkan dalam acara pemeriksaan. Namun saya juga mengingatkan ada satu nama atau ada menyebut nama tapi ternyata tidak benar maka itu ada implikasi hukumnya, oleh sebab itu saya menyarankan, kalau dia mempunyai informasi-informasi, silakan dituangkan dalam BAP,” ucap setyo

Kepolisian sampai saat ini terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti, guna mengungkap pelaku kasus penyiraman air keras terhadap diri Novel.

“Sebenarnya tidak sulit, saya selalu mengatakan penyidikan itu dari hal induktif, dari TKP, barang bukti, saksi sementara deduktif kita mencari motif motif, ini belum ketemu dan kita terus mencari bukti dan saksi kemudian mencari informasi lain terkait kasus tersebut,” pungkasnya. (Yog)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *