Thursday, 23 November 2017

Tentang HRS, Lemkapi: Polisi Harus Lakukan Koreksi Internal

Tentang HRS, Lemkapi: Polisi Harus Lakukan Koreksi Internal

Foto: Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Syihab. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Berlarut-larutnya kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang dituduhkan polisi kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq, membuat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan ikut berkomentar.

Edi mengatakan, polisi perlu melakukan koreksi internal terkait kasus ini. Terutama, setelah Interpol menolak Red Notice yang diajukan Polri.

“Red Notice itu memang prosedur hukumnya. Itu ditolak mungkin karena permintaannya tidak memenuhi syarat secara hukum,” kata Edi.

Ia menambahkan, pihak kepolisian harus mau melakukan koordinasi dengan kepolisian Arab Saudi untuk mencari solusi dalam kasus Habib Rizieq.

“Biar dilakukan mediasi,” ucapnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah mengklaim memiliki cara lain untuk membawa pulang Habib Rizieq, setelah red notice ditolak interpol.

“Enggak masalah. Kami masih punya cara lain,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Menurutnya, red notice hanya salah satu kemungkinan dari cara penyidik untuk menjemput Habib Rizieq pulang. Dia berkata, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI itu bisa dijemput dengan mekanisme blue notice atau police to police.

“Biar nanti penyidik yang akan merumuskannya seperti apa,” kata Argo.

Sementara, Kuasa hukum Habib Rizieq Syihab, Sugito Atmo Pawiro mengatakan penolakan red notice oleh Interpol membuktikan tuduhan kepada kliennya hanyalah fitnah belaka. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)