Thursday, 23 November 2017

Tidak Kooperatif soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Surati Kapolri

Tidak Kooperatif soal Kriminalisasi Ulama, Komnas HAM Surati Kapolri

Foto: Komnas HAM telah mengirim surat protes ke Kapolri karena tidak kooperatif. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Komisioner Komnas HAM secara resmi menyatakan sudah hampir merampungkan laporan guna mengeluarkan rekomendasi terkait kasus dugaan kriminalisasi terhadap ulama, aktifis dan ormas Islam. Komnas HAM juga mendorong Presiden untuk mengevaluasi kinerja jajarannya di pemerintahan.

Komisioner Komnas HAM sub bidang Mediasi
Manager Nasution mengatakan, bahwa Komnas HAM telah bertemu dengan Menhan dan Menkopolhukam terkait kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Jika umat Islam diganggu lewat ulamanya, akan rugi Indonesia jika dibenturkan dengan umat Islam” kata Manager, di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Pihaknya juga menyikapi terkait adanya dugaan pelanggaran HAM, khususnya kriminalisasi terhadap ulama, aktivis serta ormas Islam, Manager mengatakan, Komnas HAM telah secara gamblang menyampaikan kepada pemerintah untuk menghentikan segala macam kasus dan tuduhan yang dituduhkan kepada para ulama.

“Kami telah secara resmi, saya beserta tiga orang komisioner komnas ham lainnya telah bertemu dan menyampaikan ke menhan dan menkopolhukam juga telah menyampaikan surat protes kepada Kapolri karena tidak kooperatif dan tidak menghargai mekanisme proses hukum yang berlaku terkait penanganan kasus yang dituduhkan ke Ulama dan aktivis juga ormas Islam, ini sudah jelas terindikasi adanya kriminalisasi,” tegasnya.

Manager juga menambahkan, penyelidikan kasus-kasus yang dituduhkan kepada Ulama, aktivis dan ormas Islam dapat dihentikan dengan cara Presiden memberikan perhatian, agar dapat dibuka peluang rekonsiliasi nasional melalui jalur dialog.

“Karena memang budaya bangsa Indonesia yang selalu mengutamakan dialog,” tutupnya. (Jok)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)