Thursday, 29 June 2017

Wisata Religi Berbasis Masjid Dikembangkan Sebagai Wisata Unggulan

Wisata Religi Berbasis Masjid Dikembangkan Sebagai Wisata Unggulan

Foto : Wapres Jusuf Kalla memberi sambutan pada acara penandatanganan MoU Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Kantor Kemenpar RI, Jakarta, Kamis (15/6) sore lalu. (Kemenpar)

Jakarta, Swamedium.com – Salah satu program wisata saat ini yang tengah dikembangkan adalah wisata religi. Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid yang juga merupakan program “The Halal Wonders” merupakan program pengembangan wisata   yang akan mengintegrasikan pariwisata dengan masjid terdekat di suatu daerah dengan memanfaatkan aplikasi daring.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar RI, Jakarta, Kamis (15/6) sore.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum PP DMI bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, ada tiga alasan wisatawan datang mengunjungi suatu daerah atau negara yakni karena faktor sejarah, keindahan, dan nilai spiritual.

Menurutnya, program Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid ini harus jadi bagian dari aktivitas mencintai dan memakmurkan masjid. Masjid sebagai bagian dari pariwisata, bukan berarti menjadikan masjid sebagai bentuk komersial namun memperkenalkannya kepada wisatawan.

“Program ini diharapkan meningkatkan kecintaan Muslim pada masjid, dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam melalui masjid dan menumbuhkan perkonomian di sekitar lingkungan masjid,” ujarnya.

Jusuf Kalla mengatakan, potensi besar pada Wisata halal saat ini karena jumlah umat muslim mencapai 1,6 miliar orang dengan golongan menengah sekitar 30 persen. Pengeluaran kelas menengah di negara-negara Islam lebih tinggi dibandingkan dengan golongan menengah di negara lain.

Sementara itu, menteri pariwisata Arif Yahya menyebutkan, wisata religi berbasis masjid ini juga merupakan bagian dari wisata halal yang kini sedang digencarkan oleh Indonesia.

Dia menjelaskan, Kementerian Pariwisata menargetkan wisata halal ini dapat menjaring 20 persen dari total wisatawan mancanegara atau sekitar 2 juta orang per tahun. “Target ini masih lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain. Paling besar di ASEAN itu Malaysia paling tinggi 6 juta orang, disusul Thailand 5 juta, dan Singapura 4 juta,” kata Arief.

Ketua Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Indonesia, Munawar Fuad Noeh menjelaskan dalam proyek percontohan perdana, selama periode 2017-2020, penyertaan Program Wisata Halal berbasis masjid akan menentukan 100 Titik Destinasi Wisata Religi termasuk Wisata Halal Berbasis Masjid dari Sabang sampai Merauke.

Untuk kelancaran proyek percontohan tersebut menyertakan peran aktif Pemda Provinsi, Pemkab dan Pemkot di 100 Wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya dikalkulasi membuka peluang lebih dari 180 sektor usaha yang saling menguntungkan di tiap lokasi.

“Dengan  program ini, masjid dan jamaah masjid secara nyata menyiapkan diri dan lingkungan sebagai warga yang sadar wisata sekaligus mampu melipatgandakan peran warga sebagai masyarakat yang ramah, penuh dengan persahabatan juga dipersiapkan dengan kemampuan untuk memberikan nilai manfaat bagi kemakmuran lingkungan sekitarnya melalui sektor dunia pariwisata,” kata Munawar. (*/Wisja)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *