Thursday, 23 November 2017

Wisata Religi Berbasis Masjid Dikembangkan Sebagai Wisata Unggulan

Wisata Religi Berbasis Masjid Dikembangkan Sebagai Wisata Unggulan

Foto : Wapres Jusuf Kalla memberi sambutan pada acara penandatanganan MoU Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Kantor Kemenpar RI, Jakarta, Kamis (15/6) sore lalu. (Kemenpar)

Jakarta, Swamedium.com – Salah satu program wisata saat ini yang tengah dikembangkan adalah wisata religi. Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid yang juga merupakan program “The Halal Wonders” merupakan program pengembangan wisata   yang akan mengintegrasikan pariwisata dengan masjid terdekat di suatu daerah dengan memanfaatkan aplikasi daring.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar RI, Jakarta, Kamis (15/6) sore.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum PP DMI bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, ada tiga alasan wisatawan datang mengunjungi suatu daerah atau negara yakni karena faktor sejarah, keindahan, dan nilai spiritual.

Menurutnya, program Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid ini harus jadi bagian dari aktivitas mencintai dan memakmurkan masjid. Masjid sebagai bagian dari pariwisata, bukan berarti menjadikan masjid sebagai bentuk komersial namun memperkenalkannya kepada wisatawan.

“Program ini diharapkan meningkatkan kecintaan Muslim pada masjid, dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam melalui masjid dan menumbuhkan perkonomian di sekitar lingkungan masjid,” ujarnya.

Jusuf Kalla mengatakan, potensi besar pada Wisata halal saat ini karena jumlah umat muslim mencapai 1,6 miliar orang dengan golongan menengah sekitar 30 persen. Pengeluaran kelas menengah di negara-negara Islam lebih tinggi dibandingkan dengan golongan menengah di negara lain.

Sementara itu, menteri pariwisata Arif Yahya menyebutkan, wisata religi berbasis masjid ini juga merupakan bagian dari wisata halal yang kini sedang digencarkan oleh Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)