Wednesday, 26 July 2017

Balada dr Fiera, Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Balada dr Fiera, Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Foto: Aksi warga Solok yang menolak perilaku dr Fiera yang telah membuat nama Kota Solok tercemar. (Ima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Waktu terus berjalan lebaranpun menjelang memupuk rindu setiap insan yang memiliki hati dan rasa akan rumah tercinta. dan tak terasa Hampir sebulan pula dokter Fiera Lovita meninggalkan Kota Solok, tempat dimana selama ini ia mengais rezeki sebagai pegawai negeri di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Ibarat kidung, Pulang Malu tak pulang rindu, mungkin itulah suasana bathin dokter wanita itu saat ini. masalah yang dibuatnya telah mengunci kakinya untuk kembali ke kota Solok, menyembunyikan muka dibalik opini media.

Sebenarnya rada malas menulis tentang polemik dokter Fiera yang kemaren bikin gaduh media massa khususnya kota solok dan provinsi Sumatera Barat umumnya terkait tulisan atau status kontroversinya perihal Habib Rizieq Shihab yang berhujung dengan gorengan issu Persekusi.

Namun statement beberapa kalangan dan warga kota solok yang meminta agar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa psykhologi atau kejiwaan dokter beranak dua ini menggelitik jari untuk mencoba menulis seputar kehidupan dari dokter umum yang dinas di RSUD Kota Solok tersebut.

Orang yang tinggal dan menetap di Kota Solok tentu tidak akan sulit mencari tahu alamat rumah ataupun informasi seputar hidup dan kehidupan orang perorang. terlebih bila orang tersebut mendadak “SELEB” di Media sosial ataupun di media massa, pasalnya kota solok cuma dua kecamatan, untuk mengelilingi Kota cukup menghabiskan waktu 15-20 menit.

Dokter Fiera berdomisili disebuah komplek perumahan didaerah perbatasan antara kota solok dan kabupaten Solok, dan jarak dari rumahnya ketempat kerja di RSUD Solok cuma membutuhkan waktu kurang dari 3 menit. Yaa sangat dekat, terlebih volume kendaraan dijalan dijalur rumahnya ke RSUD tidak begitu padat.

Warga Dilingkungan komplek sekitar rumah tinggalnya ternyata sudah mengetahui betul karakter dokter fiera ini, kalau dimasukkan ke angka raport sekolah maka sikap dan pergaulannya dengan tetangga mendapat angka merah minus dibawah rata-rata.

Sedangkan dilingkungan kerja di RSUD, dokter fiera sudah beberapa kali dipindah tugaskan, karena sikapnya yang tidak friendship dan tempramental selalu gaduh atau ribut dengan keluarga pasien dan perawat di rumah sakit, hingga akhirnya ia ditempatkan dibagian cuci darah (Haemodialisa), mungkin tempat tersebut cocok baginya karena tidak berhubungan langsung dengan banyak pasien, keluarga pasien ataupun perawat dan rekan sejawat sehingga tidak ada keributan yang timbul seperti ketika dia masih di dokter jaga.

Yang menarik, dalam rumah tangganya dokter Fiera ini telah 2x bersuami, dengan suami pertamanya ia bercerai dan dengan suaminya sekarang ia tengah pisah ranjang. Mungkin kita bisa mencerna dengan nalar orang sehat “something wrong” with her.

Di kota solok, Realita kehidupan sikap dan watak dokter tersebut sudah diketahui banyak orang sehingga wajar bila kemudian beberapa kalangan meminta IDI sebagai lembaga yang menanungi para dokter untuk turun tangan memeriksa kejiwaan dokter tersebut.

Saat ini, massa cutinya sudah habis dan dikabarkan ia meminta perpanjangan massa Cuti hingga 3 bulan kedepan. Walikota Solok Zul Elfian telah menyatakan akan memberi jaminan keamanan, dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat Nasrul Abit sudah meminta dokter Fiera untuk kembali ke Solok dan jika ingin pindah dinas dari Kota Solok akan dibantu, namun yang bersangkutan tidak muncul. Bahkan ketika Wagub menelfon ia tidak mau mengangkat bahkan meriject telfon dari Wagub.

Sebenarnya tidak ada sesuatu yang tidak selesai dengan damai, orang Minangkabau punya adat istiadat, warga Kota Solok memang berang dengan ulahnya yang digoreng di dan oleh media massa, tidak banyak yang diminta warga, warga hanya meminta dia minta maaf secara terbuka guna mengembalikan citra kota solok dimata nasional, karena apa yang dijualnya di media massa soal Persekusi tidak sesuai dengan realita, bahkan akibat ulahnya itu Kapolres Kota Solok AKBP Susmelawati Rosya menjadi tumbal hingga dicopot dari jabatanya oleh Kapolri.

Sadarlah dokter fiera…, setinggi -tinggi terbang bangau, pulangnya ke kubangan juga, sejauh-jauh kamu pergi mencari sensasi pulangnya ke rumah juga, ingat rumahmu masih disolok. (*/ls)

*Penulis adalah NN

Related posts

Leave a Reply

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *