Saturday, 25 November 2017

Dalam Kungkungan Kebohongan Kaum Rasis

Dalam Kungkungan Kebohongan Kaum Rasis

Foto: Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. (Nael/swamedium)

Oleh: Natalius Pigai*

Wamena, Swamedium.com — Tidak terasa Pemerintah Jokowi telah menelan waktu 3 tahun berlalu, 3 tahun itu pula Jokow(i)er, Ahok(er), Jokopedia, Seknas, Bara JP, Partai Pendukung dkk, berkoar koar memuja-muji Pemerintah saban hari tanpa henti, tanpa cape dan tanpa bosan.

Anda katakan pemerintahan Jokowi anti korupsi, anti kolusi dan anti nepotisme, Pemerintah memberantas mafia, kartel, Pemerintah menepati janji, Pemerintah tidak langgar HAM, komitmen pada rakyat, konsisten, demokratis, menghormati kebebasan ekspresi. Semua kata-kata itu adalah kesimpulan kalian, tentu saya hormati tapi saya mau tanya bagaimana bisa memberantas para oligarki (mafia ekonomi dan kartel dagang) yang menempatkan seorang wali kota ke gubernur dan Presiden dalam waktu kurang dari 3 tahun, orbit bak meteor kalau tidak dibekingi oleh kaum oligarki para taipan hoakiao di negeri ini.

Bagaimana kita bisa memastikan pemerintah ini bersih anti KKN sedangkan BUMN dijadikan alat banjakan 25 orang penganggur jalanan dan Job seeker ? Sedangkan Ahok Sempat keluarkan jurus jitu adanya sokongan para taipan dalam pemilihan Presiden, Udar Pristono diduga dibungkam, freeport tadinya Jokowi tolak bak seorang nasionalis tulen, namun akhirnya tunduk dan bertekuk lutut pada simbol imperialisme Amerika ini, dll.

Dalam pemerintahan ini, kita sedang menyaksikan (sambil ketawa) sandiwara murahan pemerintahan, antar institusi negara dibentrokan, hukuman mati, penenggelaman sampan-sampan murahan, hukum Jahiliah kebiri, kapitalisasi politik laut Cina selatan yg suhu politiknya tidak pernah besar dan tidak akan pernah besar dengan pura pura dan menipu rakyat dgn mengobarkan semangat nasionalisme diatas geladak kapal perang Republik Indonesia pembelian rakyat kecil (wong cilik), penipuan murahan dan omong kosong terhadap orang-orang telanjang di Papua dengan mengatakan akan bangun rel kereta api di Papua, jalan tol melintasi tebing-tebing terjal.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)