Sunday, 24 September 2017

Kasus Chat Bermula dari Disitanya Ponsel FH dalam Kasus Makar

Kasus Chat Bermula dari Disitanya Ponsel FH dalam Kasus Makar

Jakarta, Swamedium.com — Sejak melakukan pemeriksaan terhadap Firza Husein pada Desember 2016 dalam kasus makar sampai saat ini Firza dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pornografi, kepolisian belum mengembalikan telepon genggam milik Firza. Polisi berdalih telepon genggam itu adalah barang bukti.

Sejak bulan Februari 2017, Firza Husein telah melalui pemeriksaan sebanyak 10 kali. Namun selama itu pula Firza melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar mengaku tidak pernah diperiksa dengan barang bukti berupa telepon genggam.

“Beberapa kali hanya tampilan sebagaimana yang beredar di medsos,” kata Azis di diskusi Uji Shahih Alat Bukti Elektronik Kasus Chatting HRS yang diadakan GNPF MUI, di Jakarta, Jumat (16/6).

Azis menambahkan, pada saat pemeriksaan baik di Polres maupun Mako Brimob, pihak kepolisian hanya memperlihatkan bukti-bukti tersebut dalam bentuk slide.

“Hanya slide,” katanya.

Aziz membeberkan, sebelum kasus chat seks yang beredar, kepolisian telah menyita telepon genggam Firza atas dugaan makar satu hari sebelum aksi bela Islam 212. Setelahnya Firza dilepaskan namun telepon genggam tetap ditahan.

“Jadi pertama kali ditangkap itu sehari, malam menjelang 212. Ditahan lalu dilepaskan tapi handphone tetap ditahan. Jadi sempat diperiksa handphonenya untuk kasus makar, secara de jure itu (handphone) disita untuk kasus makar,” lanjut Aziz.

Pada proses pemeriksaan atas kasus makar, Aziz mengatakan polisi tidak menanyakan hal-hal terkait makar.

“Saat pemeriksaan tidak ada hubungannya dengan makar,” katanya.

Azis menduga penahanan telepon genggam Firza atas kasus makar merupakan awal dari kasus dugaan percakapan berkonten pornografi dengan HRS.

“Kami curiga ada permulaan untuk case building. Karena pemeriksaan itu ngga ada kaitannya dengan kasus makar. Ada 4 HP ditahan,” tandas Azis. (Ima)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)