Wednesday, 26 July 2017

Kemendikbud Isyaratkan Program LHS Tetap Dilaksanakan

Kemendikbud Isyaratkan Program LHS Tetap Dilaksanakan

Jakarta, Swamedium.com – Meski banyak yang kontra, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengisyaratkan tetap akan melaksanakan program Lima Hari Sekolah (LHS). Saat ini, petunjuk teknis untuk menjalankan program itu sedang disusun bersama Kementerian Agama.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ari Santoso memahami keterkejutan masyarakat terhadap kebijakan LHS. Menurutya, hal itu tidak lepas dari kepedulian masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia.

Namun, dia menganggap masyarakat belum memahami pasal per pasal yang memayungi LHS, yakni Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Saat ini, ungkapnya, Kemendikbud bersama Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) untuk menjalankan Permendikbud tersebut.

Ari mengatakan, isu fullday school sudah ada sejak tahun lalu. Dia sependapat dengan anggapan, fullday school akan menyandera anak di sekolah. Namun, Ari melanjutkan, dalam Permendikbud 23/2017 tidak ada satupun kata fullday school, tetapi yang ada penguatan pendidikan karakter (PPK).

“Kita tahu sejak dulu bangsa Indonesia kuat dengan itu, sesuai Nawacita,” jelasnya dalam diskusi Ribut-ribut Fullday School di Jakarta yang dikutip Republika.co.id, Sabtu (17/6).

Ari menegaskan, kebijakan LHS tidak bertujuan untuk menambah jam pelajaran di dalam kelas. Sebab, Indonesia sudah dikenal dengan pelajaran yang banyak. Pemerhati pendidikan pun setuju dengan itu, katanya.

“Niat Kemendikbud bukan tambah intrakulikuler, tapi tambah anak untuk bermain, bukan di dalam jam pelajaran,” tegas Ari. (maida)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *