Thursday, 23 November 2017

Kesalahan Komunikasi pada Anak

Kesalahan Komunikasi pada Anak

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Anak merupakan titipan oleh Yang Maha Kuasa kepada para orang tua, sebagai pengemban amanah sudah seharusnya orang tua menjaga buah hati mereka. Memegang amanah ini bukan perkara sepele, karena justru inilah tugas terberat bagi orang tua.

Orang tua sebagai pemegang amanah tentu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diembannya. Inilah fungsi penting keluarga dimana menjadi unit terkecil lingkungan sosialisasi anak, inilah tempat kembali, bercerita dan arena belajarnya. Lingkungan ini akan menjadi saksi tumbuh kembang anak. Anak yang betah akan rindu dan ingin segera kembali ke rumah, mereka memiliki harapan masing-masing tentang apa yang akan dilakukan di rumah. Anak akan terbuka dengan setiap kejadian yang ia lalui, dengan berbagai ekspresi untuk menceritakan pengalaman mereka kepada orang tua di rumah. Pendidikan anak juga tumbuh di lingkungan kecil ini, lingkungan yang paling dekat sejak anak terlahir di dunia.

Saat ini, banyak kita temui anak-anak yang bahkan untuk pulang ke rumah enggan. Bagaimana ia ingin pulang, jika memasuki rumah hanya akan membawa kedukaan. Dalam lain kisah, ada seorang anak yang sangat merindukan perhatian dari ayahnya. Ia mencoba beberapa cara agar berhasil menarik perhatian ayahnya, baiknya anak ini memilih cara-cara yang positif untuk mendapat apa tujuannya. Sampai ketika ia berhasil meraih nilai sempurna di salah satu pelajaran yang ia belum duga sebelumnya. Rasa bahagia itu ingin segera ia bagikan kepada ayahnya, ia pun mengabari ayahnya melalui layanan pesan. Tapi sayang, sang ayah tidak merespon dengan baik, ia hanya membalas “Maaf nak, ayah masih sibuk”. Lalu apa yang terjadi pada si anak?, mungkin sang ayah dan kita pun tidak akan menyana jika si anak setelah kejadian tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya. Alasannya sepele bukan, hanya karena pesan singkat yang bahkan mungkin maksud sang ayah sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran anak. Tapi nyawa sudah melayang, yang ada hanya rasa sesal.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)