Saturday, 25 November 2017

Mudik Gratis Sido Muncul Pulangkan 15 Ribu Pemudik

Mudik Gratis Sido Muncul Pulangkan 15 Ribu Pemudik

Jakarta, Swamedium – Perusahaan jamu, PT Sido Muncul Tbk hari ini memberangkatkan 15 ribu pedagang jamu dan keluarganya untuk mudik gratis ke tujuh kota tujuan, yaitu Solo, Wonogiri, Yogyakata, Tegal, Cirebon, Kuningan dan Banjarnegara.Ada 220 armada bus yang disiapkannya.

Direktur Pemasaran Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan perseroan telah melaksanakan acara mudik gratis ini sejak tahun 1991 atau 27 tahun sebagai bentuk hadiah kepada para pedagang jamu yang menjadi mitra bisnis dari perusahaan.

Mudik gratis dari Sido Muncul yang pertama kali dengan 17 bus dan titik keberangkatannya di Parkir Timur Senayan Jakarta Pusat.

“Mudik gratis ini untuk para pedagang jamu sejabodetabek,” ungkapnya Sabtu, di Taman Mini Indonesia Indah saat memantau keberangkatan pemudik.

Sementara itu, pantauan Swamedium.com di Stasiun Balapan, Solo, Jawa Tengah, mulai terlihat ramai oleh kedatangan pemudik dari Jakarta yang menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu dan Argo Dwipangga.

Jalanan di sepanjang kota juga mulai terlihat macet. Tampaknya, pemudik banyak yang memilih pulang lebih awal dengan pertimbangan agar perjalanannya lebih nyaman. “Anak sekolah hari ini (Jumat) sudah terima rapor. Jadi pulang duluan, keluarga yang lain bisa menyusul,” tutur seorang pemudik, Jumat (16/6).

Banyak pemudik yang memilih pulang dengan kereta api dibandingkan naik bus atau mobil pribadi dengan alasan lama perjalanannya lebih terukur dan tidak kena macet.

Agar mudik tetap nyaman, PT Kereta Api Indonesia mengimbau para pemudik yang menggunakan layanan kereta api untuk tidak terlalu cepat datang ke stasiun.

Manajer Humas PT Reksa Multi Usaha (anak PT KAI) Nyoman Suardhita mengatakan, kalau pun mengantisipasi keterlambatan, waktu ideal yang dinilainya pas untuk tiba di stasiun adalah dua jam sebelum keberangkatan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)