Sunday, 24 September 2017

OTT KPK, 3 Pimpinan DPRD Mojokerto jadi Tersangka Suap

OTT KPK, 3 Pimpinan DPRD Mojokerto jadi Tersangka Suap

Foto: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (17/6) dinihari. Dalam OTT itu, tiga pimpinan DPRD Mojokerto, Ketua DPRD Purnomo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Ketua DPRD Abdullah Fanani dari Fraksi PKB, dan Wakil Ketua DPRD Umar Faruq dari PAN, serta Kepala Dinas PU Kota Mojokerto Wiwid Febriyanto tertangkap tangan menerima uang suap.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam dilanjutkan gelar perkara hari ini, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan saat menggelar konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6).

Hasil pemeriksaan, ketiga pimpinan DPRD ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mojokerto, Wiwiet Febriyanto, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengalihan anggaran tersebut.

Dalam kasus ini, Wiwiet diduga sebagai pemberi suap terkait pemulusan pengalihan anggaran program di Mojokerto. Awalnya, terdapat kesepakatan antara Wiwiet dengan para pimpinan DPRD Mojokerto sebesar Rp500 Juta terkait pemulusan pengalihan anggaran ini.

Dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT), tim Satgas pun mengamankan uang dugaan suap sebesar Rp470 Juta dari seorang perantara suap Wiwiet kepada pimpinan DPRD Mojokerto.

“Diduga uang senilai Rp300 Juta merupakan pembayaran atas total komitmen fee Rp500 Juta. Sisa uangnya masih didalami,” sambung Basaria.

Ke empat tersangka itu, Sabtu pagi sudah langsung dibawa ke Jakarta. Tiba di Gedung KPK, mereka langsung diperiksa. (*/d)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)