Thursday, 23 November 2017

Pencabutan Subsidi Listrik, DPR: Rakyat Tahunya TDL Naik

Pencabutan Subsidi Listrik, DPR: Rakyat Tahunya TDL Naik

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengkritisi kebijakan PLN soal pencabutan subsidi listrik untuk golongan 900 VA. Menurutnya, cara yang digunakan PLN untuk menentukan pengguna listrik 900 VA yang masih disubsidi oleh negara, tidak akurat.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan pendataan yang dilakukan PLN, masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi miskin dan rentan miskin golongan 900 VA adalah 4,1 juta. Namun, kata Eni, ternyata dari jumlah tersebut, disinyalir banyak yang tidak mendapat subsidi di lapangan.

“Kita bukannya tidak setuju, tapi subsidi ini tepat sasaran nggak? PLN bagaimana membedakan yang disubsidi dan tidak disubsidi. Tunjukan sama kita TNP2K gimana kategori menilainya,” ujar Eny di Jakarta, Sabtu (17/6).

Tak hanya itu, Eni juga menyayangkan sosialisasi PLN mengenai kebijakan tersebut ke masyarakat. Sebab, kata dia, meski pemerintah membantah tidak ada kenaikan listrik, pada kenyataannya, secara umum masyarakat menganggap sebaliknya.

“Mereka mana tau itu subsidi yang dicabut, mereka ya taunya bayar listrik mereka tiap bulan naik, nah ini harusnya dijelaskan bahwa ini harga normal bukan lagi subsidi,” tegasnya.

Eni mengungkapkan, fakta di lapangan, penerapan kebijakan pencabutan subsidi untuk golongan 900 VA menimbulkan banyak permasalahan. Pasalnya, banyak masyarakat miskin yang seharusnya tetap mendapat subsidi justru tidak disubsidi pemerintah.

“Di dapil saya masyarakat kecil mengeluhkan kenaikan tarif listrik ini. Katanya dana subsidi untuk rakyat miskin akan tepat sasaran, tapi buktinya banyak yang harus membayar tarif normal, naik 100 ribu itu terasa berat lho,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar itu pun berharap, PLN perlu mengevaluasi penerapan subsidi listrik bagi golongan miskin 900 VA dan perlu ada verifikasi data pengguna di lapangan dengan lebih akurat.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)