Sunday, 24 September 2017

Pengacara Sebut Polisi Keberatan Diminta Ungkap Penyebar Chat HRS-FH

Pengacara Sebut Polisi Keberatan Diminta Ungkap Penyebar Chat HRS-FH

Foto: Silaturahmi dan Konsolidasi Nasional "Uji Shahih Alat Bukti Elektronik Kasus Chatting HRS". (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Polisi menyatakan keberatan ketika diminta mengungkap terlebih dahulu penyebar percakapan antara Pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein pada situs baladacintarizieq.com. Penyidik beralasan hal tersebut dapat menyudutkan pihak yang tertuduh menyebar chat tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Firza, Azis Yanuar pada Uji Shahih Alat Bukti Elektronik Kasus Chatting HRS yang diadakan GNPF MUI, di Jakarta, Jumat (16/6). Pihaknya membeberkan bahwa pihak kepolisian menolak adanya pengungkapan penyebar chat tersebut.

“Kami minta polisi profesional untuk menangkap terlebih dahulu orang yang menyebarkan itu, tapi kepolisian keberatan, minta diubah supaya tidak menyudutkan yang menyebarkan,” jelas Azis.

Ahli Hukum Pidana Universitas Indonesia, Akhiar Salmi menambahkan, langkah tersangka meminta pemeriksaan terhadap penyebar chat sangat tepat.

“Tersangka menyatakan supaya penyebar chat itu diperiksa, sangat tepat,” katanya.

Akhiar melanjutkan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah chat tersebut benar-benar ada, sehingga dapat diputuskan apakah kasus tersebut merupakan tindak pidana atau bukan.

“Ada kah chatting itu? Itu tindak pidana atau bukan? Lalu ada atai tidak alat buktinya? Apa saja alat buktinya? Bagaimana cara penyidik mendapatkan alat bukti tersebut? Kita pastikan dulu itu, jika penyidik tidak pernah menyinggung darimana sumber bukti ini, hanya berkutat pada isi chat itu, itu privasi,” kata Akhiar.

Padahal banyak cara yang bisa dilakukan polisi untuk menyelidiki pelaku penyebar percakapan tersebut. Pakar Telematika ITB, Hermansyah menjelaskan, singkatnya pelaku membeli domain baladacintariizieq.com dan membeli privasi guard, kemudian menyembunyikan identitas, membeli proxy web, dan membeli web hosting.

“Jadi tinggal selidiki siapa pemilik domain, siapa yang transfer, rekenig siapa yang dipakai untuk membeli domain tersebut,” jelas Hermansyah.

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)