Friday, 18 August 2017

Bedah Buku dan Kajian Mualaf di Cirebon Dibubarkan Polisi

Bedah Buku dan Kajian Mualaf di Cirebon Dibubarkan Polisi

Cirebon, Swamedium.com — Bedah buku sekaligus Buka Puasa bersama para muallaf dn Aktivis Anti Pemurtadan yang diadakan oleh forum silaturahmi umat dan Alumni 212 se-Cirebon Raya, Minggu (18/6) dengan pemateri Ustadz Bernard Abdul Jabbar dari Komnas Anti Pemurtadan (KNAP) dibubarkan aparat kepolisian yang dibantu ormas GMBI.

“Semula acara ini bertempat di masjid Pertamina Klayan namun dipindah ke masjid Baiturrohim kota Cirebon akibat adanya penolakan dari Presdir pertamina, pihak kristen terutama para pendeta dan polda,” kata staf KNAP Rifai Iwan, melalui keterangan tertulisnya.

Namun setelah dipindah tempat, lanjut Rifai, ternyata tetap masih ada intervensi dari aparat yang bersikap arogan dan meminta agar acara dibatalkan.

“Apabila tetap dilaksanakan maka mereka akan mengerahkan seluruh pasukan dan akan memproses seluruh orang yang ada di dalam masjid,” kata Rifai lagi.

Ia menambahkan, pihaknya sempat mengupayakan untuk negosiasi dengan Kapolres agar acara tetap terlaksana namun dengan format yang berbeda. Rifai menjelaskan, bedah buku dibatalkan akan tetapi hanya santunan dn buka puasa bersama.


Namun, kata Rifai, pihak aparat tidak mau bernegosiasi, dan tepat pukul 12.43 WIB banyak anggota polisi disertai Ormas GMBI dan Macan Ali datang langsung membentuk formasi mengepung Masjid Baiturrohim.

“Ketika salah satu dari kami, ustadz Andi Mulya keluar pintu masjid, beliau langsung ditarik dan dipaksa untuk masuk ke dalam mobil, kemudian diikuti dengan semua panitia beserta Ustadz Bernard Abdul Jabbar selaku pemateri juga ikut dibawa ke Polres Cirebon Kota,” urai Rifai.

Hingga keterangan tertulis yang dikirim Rifai diterima Swamedium.com, pihak panitia masih menunggu tindak lanjut dan kejelasan dari pihak aparat, mengapa mereka dijemput paksa saat mereka ingin beribadah, menyantuni anak yatim, dan berbuka puasa bersama.

“Apakah umat Islam di negara ini dilarang beribadah mengadakan kegiatan keislaman? Sudah tidak ada kah hak dan keadilan untuk umat islam?,” pungkasnya. (ls)

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Pingback: LUIS: Melebihi Persekusi, Pembubaran Pengajian Picu Konflik Horizontal | SwaMedium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()