Thursday, 29 June 2017

BPOM Nyatakan 3 Produk Mi Instan Asal Korea Mengandung Babi

BPOM Nyatakan 3 Produk Mi Instan Asal Korea Mengandung Babi

Foto: Surat edaran BPOM (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi menyatakan tiga produk mi instan asal Korea, positif mengandung babi. Ketiga merek tersebut, adalah Samyang, Nongshim, dan Ottogi.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta Dewi Prawitasari, membenarkan hal tersebut.

“Ya, benar,” ujar Dewi dalam pesan singkatnya seperti dikutip Kumparan, Sabtu (17/6) kemarin.

Foto: Surat edaran BPOM (ist)

Dalam surat edaran BPOM yang diterima Swamedium.com bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 itu ditujukan untuk Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia. Dalam surat itu, disebutkan perintah untuk menarik ketiga produk mi terhitung sejak Kamis (15/6).

BPOM menjelaskan, berdasarkan hasil sampling dan pengujian laboratorium, ketiganya menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi.

“Tidak mencantumkan peringatan ‘Mengandung Babi’ pada label,” tulis BPOM dalam surat edaran tersebut.

Ketiga produk dan jenis mi itu, adalah sebagai berikut:

1. Samyang, dengan produk mi instan U-Dong dan mi instan rasa Kimchi
2. Nongshim, dengan produk mi instan Shin Ramyun Black
3. Ottogi, dengan produk mi instan Yeul Ramen

Foto: Samyang Udong (ist)
Foto: Samyang Kimchi (ist)
Foto: Nongshim Shin Ramyun. (ist)
Foto: Ottogi Yeul Ramen. (ist)

Menindaklanjuti hasil temuan tersebut, BPOM telah memerintahkan para importir untuk melakukan penarikan produk-produk dari peredaran.

BPOM pun secara resmi meminta Kepala Balai POM seluruh Indonesia untuk memantau agen distributor dan supermarket yang masih menjual ketiga merek mi instan tersebut.

“Kami informasikan target pemantauan antara lain di sarana distribusi retail produk yang menjual produk termasuk diantaranya importir distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja saudara masing-masing,” ujar BPOM dalam edarannya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak importir menanggapi surat tersebut. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *