Friday, 18 August 2017

LUIS: Melebihi Persekusi, Pembubaran Pengajian Picu Konflik Horizontal

LUIS: Melebihi Persekusi, Pembubaran Pengajian Picu Konflik Horizontal

Foto: Ulama dari Komisi Nasional Anti Pemurtadan Ustadz Bernard Abdul Jabbar dan ulama lainnya ditangkap dan diamankan Mapolres Kota Cirebon. (ist)

Solo, Swamedium.com — Pembubaran paksa acara bedah buku dan buka puasa bersama para mualaf hingga ditangkapnya Sekjen Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP), Ustadz Bernard Abdul Jabbar, di Cirebon oleh Polres Cirebon, Minggu (18/6) menuai kecaman umat Islam. Peristiwa itu dinilai telah menodai kesucian bulan Ramadhan.

Tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS)
Endro Sudarsono menegaskan, pihaknya tidak bisa menerima tindakan pembubaran pengajian serta penangkapan Ustadz Bernard Abdul Jabbar bersama beberapa aktivis Islam lainnya.

“Penangkapan Ustadz Bernard dan Andi Mulya semestinya tidak perlu terjadi karena tidak ada alasan dan dasar hukum sebagai pembenar dilakukan penangkapan terhadap mereka,” kata Endro seperti dikutip Panjimas.

Baca Juga: Bedah Buku dan Kajian Mualaf di Cirebon Dibubarkan Polisi

LUIS mendesak, Kapolres Cirebon untuk segera membebaskan Ustadz Bernard yang juga mantan misionaris Kristen. Menurut Endro, peristiwa ini menjadi preseden buruk di mata dunia, mengingat Indonesia merupakan negara Muslim terbesar dunia.

“Kepada Kapolres Cirebon, segera membebaskan atau melepaskan Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Dan kami berharap tidak ada lagi kegiatan pembubaran paksa oleh aparat atau Ormas terkait kegiatan keagamaan,” tegasnya.

Tindakan pembubaran pengajian dan buka puasa bersama di masjid saat bulan Ramadhan ini, menurut LUIS melebihi dari tindakan persekusi. Endro khawatir peristiwa ini akan melebar dan menyulut konflik horizontal, apalagi diduga ada keterlibatan Ormas seperti Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Macan Ali.

“Jika tidak segera ada penjelasan, penyelesaian yang cepat dan tepat kami khawatir persoalan melebar. Keterlibatan GMBI dan Macan Ali bersamaan dengan aparat yang dihadapkan dengan jamaah kajian sudah mengadu domba,” tutupnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()