Tuesday, 26 September 2017

Sehari Diuji Coba, Tol Palembang-Indralaya Amblas

Sehari Diuji Coba, Tol Palembang-Indralaya Amblas

Foto: Jalan Tol Palembang-Indralaya amblas. (Tribunnews)

Indralaya, Swamedium.com — Belum sempat dilalui kendaraan roda empat, ruas jalan tol Palembang-Inderalaya melalui pintu masuk di titik persimpangan menuju pintu keluar dari arah Jakabaring, Palembang menuju ke arah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan seketika amblas, Sabtu (17/6) siang pukul 13.00 WIB. Akibatnya, jalan tol yang rencananya akan digunakan saat arus mudik Lebaran 2017 terancam tidak bisa digunakan.

Jalan tol yang baru saja diuji coba, Jumat (16/6) dan telah dinyatakan siap digunakan saat arus mudik nanti, tiba-tiba amblas. Jalan yang amblas adalah ruas jalan yang berada di STA 7 yang mengarah ke Jalan Lintas Timur Palembang-Lampung dari titik nol di Desa Pegayut Pemulutan.
Panjang jalan yang amblas adalah 40 meter berada di sisi sebelah kiri jalan.

Selain amblas, jalan tol itu juga mengalami keretakan yang cukup parah di beberapa bagian. Jika tidak diperbaiki. kondisi tersebut sangat berisiko memicu terjadinya kecelakaan bila digunakan saat arus mudik nanti.

Para pekerja saat ini masih berupaya memperbaiki jalan yang amblas. Dua buah alat berat diterjunkan untuk mengeruk jalan yang amblas, sebelum nantinya di timbun kembali dengan tanah baru. Sejumlah pekerja juga berusaha memotong besi yang sebelumnya terpasang, dan diperuntukkan untuk pagar pembatas jalan, demikian seperti dilansir Kompas.

Pimpinan proyek Transsumatera ruas Palembang-Indralaya Hasan Nurcahyo mengatakan, amblas diakibatkan adanya kabel saluran udara tekanan tinggi (SUTT) milik PLN sepanjang 30 meter yang tidak bisa di-vacuum saat proses pengeringan lahan rawa.

Adapun tidak bisa di-vacuum dikarenakan proses pemasangan vacuum harus menggunakan rig setinggi 20 meter. Jika rig dipasang di bawah kabel SUTT itu, maka dikhawatirkan rig akan mengenai kabel SUTT yang bisa mengakibatkan rig teralirkan listrik tegangan tinggi yang dapat membahayakan operator rig.

“Karena mempertimbangkan hal itu, maka jalan sepanjang 30 meter yang tepat dibawa kabel SUTT vacuum dilakukan tanpa menggunakan BBD dengan resiko terjadi post settlement yang akan diatasi dengan cara pelapisan ulang, tapi ternyata hari ini terjadi sliding (amblas),” kata Hasan seperti dikutip Kompas.

“Yang kami antisipasi turun beberapa sentimeter ternyata di bawah terjadi pergeseran ke arah kiri,” imbuhnya.

Meski begitu, kata Hasan, pihaknya segera melakukan upaya perbaikan dengan mengangkat aspal yang pecah lalu mengeruk jalan yang amblas, kemudian ditimbun dengan tanah baru.

“Kami berupaya dalam seminggu jalan ini dapat diperbaiki, mudah-mudahan cuaca baik sehingga kami dapat bekerja cepat,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)