Thursday, 17 August 2017

MTW Besut Aplikasi Keuangan Syariah, KITA Pay

MTW Besut Aplikasi Keuangan Syariah, KITA Pay

Foto: Majelis Taklim Wirausaha luncurkan aplikasi Kita pay. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Majelis Taklim Wirausaha meluncurkan KITA PAY, di Jakarta, Senin (19/6) yaitu sebuah produk aplikasi berbasis teknologi Android untuk memberikan jaminan tranparansi dan akuntabilitas.

Melalui aplikasi ini, konsumen bisa melakukan transaksi berbagai macam pembayaran/tagihan secara elektronik. Adapun Keuntungan transaksi elektronik ini termasuk nilai profit dan bagi hasilnya akan dapat dilihat secara elektronik pula.

Transparansi dan akuntabilitas diatas segalanya dalam menjalankan usaha ritel.

Dalam aplikasi Kita Pay, terdapat fitur Kita Peduli. Diharapkan umat lebih mudah dalam hal membayar Zakat, Infaq dan Sedekah. Kita Peduli menggandeng lima lembaga ZIS terbesar dan terbaik di bidangnya, seperti Rumah Zakat, IZI, Dompet Dhuafa, Baznas, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pimpinan MTW, Ustadz Valentine Dinsi mengatakan, setelah ini pihaknya akan meluncurkan berbagai unit sektor ekonomi berbasis komunitas lainnya.

“Jadi, disamping ada Kita Mart, Kita Pay, juga ada Kita Peduli. Ke depan akan ada Kita Jek, Kita Car, Kita Food dan Kita-Kita lainnya. Insya Allah akan ada 500 jasa yang akan dimunculkan. Ini semua menjadi milik umat Islam,” ungkap Ustadz Valentino Dinsi.

Adapun KITA PAY awalnya hadir untuk melengkapi sistem elektronik Mini Market Kita Mart. Dengan sistem ini, konsumen yang juga sekaligus sebagai pemilik Kita Mart yang terdiri dari ratusan orang tersebut dapat melihat secara real time omset, profit serta bagi hasil para investor. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas bisnis Kita Mart dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kasir dan supplier nggak bisa main-main, karena proses bisnisnya diawasi oleh ratusan investor setiap saat,” tutur Valentino. (Ima)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()