Thursday, 17 August 2017

MUI: Harus Ada Tindakan Hukum dalam Kasus Mi Instan Korea

MUI: Harus Ada Tindakan Hukum dalam Kasus Mi Instan Korea

Jakarta, Swamedium.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kepolisian mengusut beredarnyan mie instan asal Korea yang mengandung fragmen DNA spesifik babi. Bila ada unsur kesengajaan harus ada tindakan hukum.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah itu.

“Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab,” kata dia yang dikutip Antara, Senin (19/6).

Zainut meminta masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Masyarakat, dia menambahkan, harus cermat membaca daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama.
Zainut juga mengapresiasi BPOM yang berhasil mendeteksi empat produk mie instan asal Korea positif mengandung fragmen DNA spesifik babi.
“Langkah-langkah tersebut adalah bentuk perlindungan terhadap konsumen Muslim yang memang dilarang mengonsumsi makanan yang mengandung unsur babi,” kata Zainut.
Dia mengatakan MUI memastikan produk mie instan dari Korea tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI. Keempat produk mengandung babi itu di antaranya merk Samyang dengan nama varian produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.
Dia mengatakan MUI mendukung langkah-langkah BPOM yang meminta kepada importir untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran. BPOM juga terus melakukan inspeksi untuk memastikan produk mie itu tidak ada lagi di pasaran.
“MUI juga mendukung langkah untuk segera mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea tersebut,” kata dia.(*/maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()