Thursday, 29 June 2017

Pansus Angket KPK akan Panggil Kapolri

Pansus Angket KPK akan Panggil Kapolri

Foto: Pansus Angket KPK bakal panggil Kapolri. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Tak mau terpengaruh dengan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengaku tak bisa bisa memanggil Miryam S Haryani secara paksa, Pansus Angket KPK tak mau tetap akan menggunakan mekanisme sesuai UU MD3.

Adapun mekanisme tersebut yakni, jika Miryam tidak hadir pada panggilan pertama, akan dilayangkan surat pemanggilan kedua. Jika tidak hadir dalam panggilan kedua, maka akan dipanggil paksa pada panggilan berikutnya.

Namun, Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa, pihaknya masih merasa optimis Miryam bisa dihadirkan pada panggilan berikutnya.

“Jadi, kalau dipanggil pertama kali tidak hadir maka pangilan kedua. Tapi panggilan kedua kan belum tahu. Mudah-mudahan bisa hadir,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/6).

Secara terpisah, Wakil Ketua Pansus Angket KPK Risa Mariska mengatakan, pihaknya akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas pernyataannya tersebut.

Sebab, kata Risa, pemanggilan paksa sebagaimana bunyi pasal 204 ayat (3) UU MD3 menyatakan bahwa pihak yang berhak melakukan panggilan paksa adalah Kepolisian.

“Kami perlu diskusi sesama internal pansus, karena ini (pemanggilan paksa) sesuai dengan UU MD3. Tanpa kepolisian kita nggak bisa. Tinggal bagaimana pansus perlu ada diskusi dengan Kapolri,” tuturnya.

Risa menilai, pansus angket hanya akan mengonfirmasi kebenaran surat pernyataan Miryam ihwal intimidasi sejumlah anggota DPR saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.

Dia menepis tudingan beberapa pihak yang mengatakan Pansus Angket KPK akan melemahkan KPK dalam memberantas korupsi.

“Alangkah elok Miryam bisa hadir. Inikan terkait suratnya beliau. Kami hanya minta klarifikasi dan mau konfirmasi dari Miryam,” pungkas Risa. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *