Friday, 18 August 2017

Sasar Pasar Nasional, KITA Mart Gandeng Transmart

Sasar Pasar Nasional, KITA Mart Gandeng Transmart

Foto: Tembus pasar nasional, Kita Mart gandeng Transmart. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Saat ini permintaan untuk menghadirkan KITA Mart cukup banyak. Bukan hanya kawasan Jadebotabek, tapi juga di seluruh Indonesia.

Melihat banyaknya permintaan tersebut, seperti diakui Pimpinan Majelis taklim Wirausaha (MTW) Valentino Dinsi, pihaknya tak bisa mengcover kebutuhan itu.

“Saat ini, kita baru bisa mengcover Jabotabek, dan Jawa Barat,” kata Valentino Dinsi.

Untuk mengantisipasi permintaan yang besar itu, Kita Mart yang digawangi oleh MTW berkolaborasi dengan Chairul Tanjung, owner Carrefour dan Transmart, untuk mensuplai kebutuhan KITA Mart di seluruh Indonesia.

“Beliau sangat mendukung KITA Mart untuk dibuka di seluruh Indonesia. Terlebih KITA Mart lahir dari sebuah gerakan untuk membangun ekonomi umat Islam,” ujar Valentino Dinsi.

Tidak hanya menggandeng Transmart, tapi juga bekerjasama dengan sebuah lembaga riset dan auditor terbaik untuk keperluan manajerial.

“Kita Mart dan MTW dalam strategi bisnisnya akan bekerjasama dengan lembaga yang terbaik dan terbesar di bidangnya,” kata Valentino Dinsi.

KITA Mart diharapkan menjadi bisnis model, mimpinya adalah mengembangkan 100.000 KITA Mart berbasis masjid dan masyarakat sekitar.

MTW sebagai penggerak kebangkitan ekonomi umat dengan spirit 212, tentu bukan hanya sekedar mendirikan retail, tapi membangun ekonomi umat sejak 12 tahun lamanya.

“Kami mengkampanyekan kebangkitan ekonomi umat, bukanlah setelah 212. Sejak 12 tahun yang lalu, kami sudah membuat gerakan ‘Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian’. Jika kemudian ada momentum 212, maka spirit ini harus dirawat,” ungkap Valentino Dinsi yang mengawal kebangkitan umat di bidang ekonomi.

Menanggapi munculnya retail-retail berbasis komunitas, Valentino menyambut baik. Ini membuktikan MTW selalu menjadi pelopor. Karena itu, sesama muslim harus saling mensupport, bukan saling menjelekkan satu sama lain.

“Dengan bermunculnya mart mart yang lain dari kalangan umat Islam, itu semakin bagus, dan menunjukkan partisipasi atas kebangkitan ekonomi umat Islam. Terpenting, kita harus sinergis. Jangan jeruk makan jeruk, jangan saling menjelekkan dan mematikan. Kita harus bergandengan tangan, saling support , sehingga usaha kita menjadi berkah. Sesama mukmin itu bersaudara, bukan hanya dalam hal agama, tapi juga dalam berbisnis,” paparnya.

Targetnya, KITA Mart akan mengembangkan hypermart dengan nilai investasi sebesar 100-200 milyar. Seperti diketahui, saat ini industri ritail naik 14-17%, tapi industri supermarket dan hypermarket turun 7 %. (Ima)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()