Thursday, 17 August 2017

Telah Dibatalkan, Terungkap Kebijakan 5 Hari Sekolah adalah Kemauan Jokowi

Telah Dibatalkan, Terungkap Kebijakan 5 Hari Sekolah adalah Kemauan Jokowi

Foto: Rapat antara Mendikbud dengan Komisi X DPR RI, Selasa (13/6). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Program pendidikan penguatan karakter (PPK) dengan program Lima Hari sekolah (LHS) yang dicanangkan Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy, akhirnya dibatalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, (19/6).

Namun, ternyata PPK tersebut merupakan kemauan dari Jokowi. Hal itu terungkap dalam rapat antara Mendikbud dengan Komisi X DPR, Selasa (13/6) lalu.

Saat itu Muhadjir menerangkan bahwa program PPK adalah bagian dari visi misi Nawacita Jokowi dalam rangka penguatan karakter. Sebab, dalam Nawacita, untuk pendidikan karakter porsinya 70 persen di sekolah dasar sampai menengah.

“Ini kebijakan presiden bagian dari program penguatan karakter,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu seperti dilansir Jawapos.

Meski bukan idenya, sebagai pembantu presiden, Muhadjir merasa punya kewajiban untuk mengimplementasikan apa yang menjadi visi misi presiden.

“Ini bukan mau saya. Mau saya, saya sebagai pembantu presiden harus betul-betul bisa melaksanakan apa yang menjadi visi misi presiden,” ungkapnya saat itu.

Muhadjir juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud untuk berlindung di balik nama Jokowi.

“Bukan saya berlindung di Bapak Presiden. Kalau memang ada kesalahan saya pertanggungjawabkan sebagai menteri pendidikan yang membantu beliau. Segala konsekuensi, Insya Allah saya orang yang tidak lari dari tanggung jawab,” tegas Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu kepada Komisi X DPR.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah membatalkan Permen No. 23 Tahun 2017 yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai kebijakan sekolah lima hari atau full day school.

Jokowi nantinya akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang berisi aspirasi masyarakat mengenai kebijakan lima hari sekolah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dalam jumpa pers bersama Mendikbud Muhadjir Effendy, usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan hari ini.

Usai pertemuan tersebut, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Presiden Jokowi melihat ada yang harus diperbaiki dari peraturan menteri terkait sekolah lima hari. Untuk itu Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan tersebut.

“Presiden juga akan meningkatkan regulasinya dari semula Permen (Peraturan Menteri), mungkin akan dinaikkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres),” kata KH Ma’ruf Amin. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()