Thursday, 29 June 2017

Wartawan LKBN Antara Dianiaya Oknum Brimob

Wartawan LKBN Antara Dianiaya Oknum Brimob

Foto: Ricky Prayoga, wartawan LKBN Antara dianiaya sejumlah anggota Brimob, Minggu (18/6).

Jakarta, Swamedium.com — Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas kembali terjadi. Seorang wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Ricky Prayoga diduga dianiaya sejumlah anggota Brimob.

Ricky mengaku mendapat penganiayaan oleh anggota Brimob saat meliput Indonesia Open 2017, di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (18/6).

Ricky menuturkan, ia mendapat perlakuan tak mengenakkan hanya lantaran dituduh memandangi terus sejumlah Brimob yang sedang bertugas.

“Saya dipiting, mereka berusaha membenturkan saya ke tripleks dan berusaha dibanting. Saya tak tahu kenapa begitu. Mereka juga mencaci maki saya,” tutur Ricky, Minggu (18/6) malam.

Ia lalu menceritakan kronologi peristiwa yang menimpa dirinya itu. Ia datang ke lokasi laga final ajang bulutangkis tingkat internasional itu Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Karena laga masih berlangsung, Ricky berniat ke gerai ajungan tunai mandiri (ATM) untuk melakukan transaksi.

Saat berjalan ke gerai ATM, Ricky berjalan di belakang gadis-gadis promosi (SPG) . Ketika itulah, Ricky mengaku pandangan sejumlah petugas Brimob itu tertuju pada gadis-gadis SPG tersebut.

“Awalnya mereka melihat ke SPG tersebut. Mungkin secara tidak sengaja melihat saya, ketika itulah kami beradu pandang dengan salah satu petugas bernama Adam,” jelasnya.

Ricky mengaku sudah berusaha memalingkan pandangan. Namun, saat dia kembali melihat ke arah Brimob yang bernama Adam, yang bersangkutan ternyata masih menatapnya tajam. Ricky lantas bertanya kepada Adam.

“Ada apa mas, apa ada yang salah dengan penampilan saya. Begitu saya bertanya, karena saya berpikir mungkin ada kotoran di wajah saya,” terangnya.

Namun, bukan jawaban yang didapat, Ricky justru dihardik.

“Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat? P—mai kau! Kalau tidak mau dilihat jangan jadi manusia,” kata Ricky menirukan hardikan Adam.

Karena tak tahu bahasa cacian tersebut, Ricky lalu menanyakan hal itu kepada Adam.

“Ketika mengonfirmasi itu, Adam dan tiga orang temannya berusaha mengamankan saya, layaknya seorang maling. Saya dipiting, berusaha dibenturkan ke tripleks dan berusaha dibanting. Saya berusaha melepaskan diri dan menanyakan maksud mereka,” paparnya.

Selanjutnya, pengakuan Ricky, Adam dan rekan-rekannya justru menuduh dirinya melawan polisi.

“Kau nantang-nantang petugas, kukokang (tembak) juga kau,” tutur Ricky menirukan ucapan Adam. Saat itu, kata Ricky, Adam berusaha mengacungkan senjata laras panjangnya ke arah dirinya.

Ricky mengatakan, saat Adam mengancam menembaknya, di lokasi terdapat sejumlah wartawan lain.

“Di dekat saya ada beberapa kawan dan merekam kejadian itu. Ada Alan (Kumparan), Adi (Suara.com), Metro Tv News (krisna), Indosport (zaenal),” tandasnya.

Setelah sempat dianiaya, Ricky lalu hendak dibawa ke pos polisi, tapi dirinya menolak. Lalu Ricky berjalan ke arah ruang media center yang kebetulan jaraknya berdekatan dengan lokasi kejadian.

“Saat saya ke media center, mereka masih juga berupaya memegang saya,” jelasnya.

Setibanya di ruangan tersebut, panitia Indonesia Open mencoba mendamaikan. Namun, salah satu rekan Adam kembali menghardik Ricky.

“Sikap lu nantangin bro. Ayo kita selesaikan di luar, lu lepas ID lu, gue lepas seragam,” ujar Brimob itu.

“Akhirnya keadaan mulai tenang setelah Pak Dwi (Brimob senior) memediasi. Adam menjabat tangan saya tanpa melihat. Sementara rekan rekan Adam lainnya langsung pergi tanpa bilang apa apa,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *