Friday, 18 August 2017

ACTA: Semoga Rekonsiliasi yang Ditawarkan HRS Jadi Solusi

ACTA: Semoga Rekonsiliasi yang Ditawarkan HRS Jadi Solusi

Foto: Wakil Ketua ACTA Ali Lubis, SH (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Penundaan proses Penyelidikan dan Penyidikan terhadap kasus yang dituduhkan kepada Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya perlu diapresiasi dan didukung penuh oleh semua elemen masyarakat. Penundaan proses hukum tersebut ditunda sampai seusai lebaran.

Beberapa alasan yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di depan awak media Senin kemarin, pertama, pihak Kepolisian akan menunggu sampai HRS pulang ke indonesia dari Arab Saudi. Kedua, polisi khususnya Polda Metro Jaya akan lebih fokus terhadap Operasi Pengamanan kemanusiaan di Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis, SH mengatakan, dua alasan penundaan proses hukum oleh polisi sangatlah positif. Terlebih saat ini, kata Ali, pihak HRS dan GNPF-MUI telah menunjuk Prof Yusril Ihza Mahendra menjadi mediator untuk mengadakan rekonsiliasi kepada pihak Pemerintah.

Hal itu, lanjut Ali, diyakini akan menyelesaikan persoalan dan permasalahan yang dihadapi HRS saat ini dan terhadap kasus hukum yang menimpa beberapa Ulama dan tokoh nasional lainnya.

“Semoga pemerintah mempunyai niat baik serta merespon secara positif juga untuk menerima Tim Rekonsiliasi yang akan di bentuk oleh GNPF-MUI dan Prof Yusril tersebut, mengingat kasus hukum terhadap HRS ini sudah menjadi sorotan publik baik didalam negeri maupun luar negeri,” kata Ali lewat keterangan tertulisnya, Selasa (20/6).

Terlebih kasus ini, lanjut Ali, berpotensi memperburuk situasi nasional terlebih terhadap situasi politik dan hukum dalam negeri.

“Saat ini pemerintah sedang fokus terhadap peningkatan ekonomi dan pembangunan bangsa dan negara kearah yang lebih baik lagi demi kemakmuran dan kemajuan rakyat indonesia,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kata Ali, untuk mewujudkan semua itu pemerintah perlu adanya situasi politik yang kondusif dan aman.

“Semoga tim rekonsiliasi yang dikomandoi Prof Yusril dapat merumuskan mekanisme dan tahapan untuk menyelesaikan permasalahan hukum yang ditimpakan kepada HRS, ulama, aktivis dan tokoh nasional lainnya dapat menemui kesepakatan sehingga dapat menyelesaikan semua permasalahan,” pungkasnya. (ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments from Facebook ()