Wednesday, 20 February 2019

Untung Rugi Membeli Rumah dari Oper Kredit

Untung Rugi Membeli Rumah dari Oper Kredit

2. Cek dokumen
Cek terlebih dahulu dokumen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) asli, yang biasanya masih tersimpan di bank yang menyediakan fasilitas KPR kepada pemilik sebelumnya. Teliti juga keabsahan kepemilikan rumah. Apabila Anda menemukan permasalahan (sengketa) maka lebih baik tingggalkan.

3. Membandingkan nilai keuntungan
Hitunglah nilai transaksi (nilai jual rumah, besaran saldo utang pokok, dan sisa cicilan kredit) yang harus dibayar. Periksa pula riwayat pembayaran cicilan pemilik lama, apabila masih ada tunggakan cicilan dan denda keterlambatan.

Setelah itu, bandingkan nilai transaksi dengan nilai jual rumah. Apakah lebih murah atau lebih mahal dari harga yang seharusnya. Anda bisa mengecek harga pasaran rumah disekitar lokasi tersebut berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak dalam struk tagihan PBB.

4. Buat surat pengikatan
Demi menjamin keamanan tranksaksi, Anda perlu membuat Akta Pengikatan Jual-Beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan dengan pihak penjual. Selain itu penjual rumah sebelumnya juga harus membuat surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat.

Penjual membuat surat pemberitahuan kepada bank perihal peralihan hak atas tanah dan bangunan. Isi surat tersebut merangkum pernyataan: meski angsuran dan sertifikat masih atas nama penjual, tetapi karena haknya sudah beralih (kepada Anda sebagai pembeli).

Dengan demikian penjual tidak berhak lagi untuk melunasi dan mengambil sertifikat asli yang terkait bank.

5. Libatkan tiga saksi
Berbeda dengan proses akad jual beli rumah pada umumnya, proses resmi take over kredit rumah harus melibatkan pihak bank pemberi kredit. Jadi, sebaiknya proses oper kredit dilakukan di hadapan pemilik rumah, bank, dan notaris.

Untuk melakukan oper kredit, dokumen yang perlu dipersiapkan penjual dan pembeli antara lain:
1. Fotokopi Perjanjian Kredit
2. Fotokopi Sertifikat dengan stempel bank
3. Fotokopi IMB
4. Fotokopi PBB yang sudah dibayar
5. Fotokopi bukti pembayaran angsuran
6. Asli buku tabungan bernomor rekening untuk pembayaran angsuran
7. Data penjual dan pembeli, seperti KTP, Kartu Keluarga, Buku nikah, NPWP, slip gaji terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan penghasilan, foto kopi mutasi keuangan tiga bulan terakhir dari rekening.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)