Saturday, 23 September 2017

Alumni ITB Merilis Kronologis Lengkap Kasus Penganiayaan Hermansyah

Alumni ITB Merilis Kronologis Lengkap Kasus Penganiayaan Hermansyah

Foto: Pakar telematika dari ITB Hermansyah menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal, Minggu (9/7) dinihari. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Koordinator Bidang Investigasi Aksi Solidaritas Alumni ITB untuk Hermansyah (ASA ITB) Teuku Gandawan merilis kronologis kasus penganiayaan yang menimpa Ahli IT itu.

Kronologis yang diterima Swamedium.com, Sabtu (15/7) diakui Teuku Gandawan telah dikonsultasikan dengan Tim Pengacara Keluarga Hermansyah

Adapun isi kronologis tersebut adalah sebagai berikut:

Update Dugaan Kronologis v2 (sesuai Penuturan Irina pada 11 Juli 2017)

1. Sekitar pukul 01.15
– Pukul 01.10 Hermansyah masih memberi komen di salah satu grup whatsapp. Diduga ini komen terakhir sebelum mereka berdua keluar rumah, karena menurut penjelasan Irina sepanjang perjalanan Hermansyah tidak ada mengetik apapun di handphone.
– Hermansyah dan Irina keluar dari rumah mereka di kawasan Depok menggunakan mobil pribadi (Mobil1) menuju Jakarta. Pengemudi Mobil1 adalah Hermansyah sendiri.
– Perjalanan hanya berkeliling kota Jakarta dan dilakukan semata-mata mencari waktu bersama berdua karena Hermansyah cukup sibuk di luar rumah.

2. Sekitar pukul 02.45-03.00
– Hermansyah dan Irina diduga sudah menuju ke arah Depok dengan melalui jalan tol dalam kota menuju tol Jagorawi.

3. Sekitar pukul 03.00-03.10
– Datang mobil ugal-ugalan ZIG ZAG (Mobil2) dari sisi kanan mobil dan yang berujung sisi belakang kiri Mobil2 (bemper belakang kiri) menyerempet sisi kanan depan Mobil1 (bemper depan kanan).
– Atas peristiwa di atas Hermansyah melakukan pengejaran dan meminta agar Mobil2 berhenti. Akhirnya terjadi kejar-kejaran yang terhenti setelah Mobil1 BERHENTI PERLAHAN2 DAN BERHENTI TETAP DIJALURNYA TIDAK MINGGIR. MOBIL HERMAN MENYALIB DARI KIRI PERLAHAN MOBIL 2 DAN memalangkan sebagian bagian depan mobil di hadapan Mobil2
– Posisi kedua mobil berhenti kurang lebih pada posisi https://goo.gl/maps/P9tiehc1Nxw
– Segera setelah kedua mobil terhenti, muncul mobil lain (Mobil3) di belakang Mobil 2 yang mengelakson dan memberi isyarat lampu meminta diberikan jalan.
– Menurut Irina permintaan Mobil3 diabaikan oleh Hermansyah karena masih ada dua lajur di sisi kiri yang kosong.
– Saat Hermansyah belum penuh berada di luar mobil (baru kaki kanan menjejak keluar mobil) dia sudah dikerubutin 4-5 orang dari Mobil2 dan Mobil3.
– Pemukulan dan penyerangan dengan senjata tajam langsung terjadi dengan sangat cepat.
– Irina segera keluar dari mobil dan memutar lewat belakang mobil dengan membawa payung untuk MENGHALANGI penyerang Hermansyah. Namun dia segera dijambak dan dipukul dua kali di bagian kepala.
– Lokasi penyerangan berdasarkan jejak darah yang bercucuran di jalan berada di batas antara Lajur 4 (lajur cepat mendahului/lajur paling kanan) dengan Lanjur 3.
– Pada saat bersamaan segera datang dua buah mobil DAN ORANG BERSERAGAM petugas Jasa Marga (Mobil4 dan Mobil5) yang berhenti di depan Mobil1. Dari kedua mobil Jasa Marga turun sejumlah petugas (jumlah tidak teridentifikasi).
-DAN MEMBIARKAN ATAU TIDAK MENGHALANGI para penyerang dari Mobil2 dan Mobil3 YANG segera melarikan diri ke arah selatan jalan tol (ke arah kawasan Cibubur).
– Setelah terjatuh dengan luka pukul dan tusuk, korban Hermansyah masih bisa berdiri dan mengambil posisi untuk duduk pada kursi supir.
– Petugas BERSERAGAM Jasa Marga lalu meminta agar posisi mobil korban dipindahkan ke sisi kiri jalan.
– Irina meminta pertolongan ORANG2 BERSERAGAM petugas Jasa Marga untuk memindahkan tubuh Hermansyah yang penuh luka ke kursi belakang. Tidak jelas apa alasannya, dari semua petugas BERSERAGAM JASA MARGA ITU tak seorangpun yang membantu PADAHAL LEHER HERMANSYAH BERDARAH DARAH.TAPI MEMBERI GERAKAN TANGAN UNTUK TERUS JALAN PADA MOBIL YANG MELINTAS.KARENA MOBIL LAIN TIDAK ADA YANG BERHENTI MENOLONG DAN PETUGAS BERSERAGAM JASA MARGA TIDAK MAU MENOLONG Akhirnya Irina membopong sendiri Hermansyah dari kursi depan ke kursi belakang.
– Lalu Irina mengambilalih kemudi dan memindahkan posisi Mobil1 ke sisi kiri jalan.
– Mobil4 dan Mobil5 juga menyusul pindah ke sisi kiri jalan di depan Mobil1.

4. Sekitar pukul 03.10-03.30
– Irina meminta bantuan kepada petugas BERSERAGAM Jasa Marga untuk segera memanggilkan Polisi dan Ambulans.
– Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya datang satu mobil emergency tol (Mobil6) yang ternyata bukan mobil ambulans.
– Melihat kenyataan ini dan melihat kondisi Hermansyah yang semakin lemah, Irina bertanya kepada petugas Jasa Marga rumah sakit terdekat. Namun tidak ada jawaban dari petugas Jasa Marga, hanya ada saran agar menunggu polisi.
– Petugas Jasa Marga meminta untuk menunggu polisi dan mencegah Irina menyalakan mobil. Melihat kondisi Hermansyah yang terus memburuk, Irina memutuskan untuk meninggalkan lokasi dengan membawa sendiri Mobil1 menuju RS Hermina Depok tanpa ditemani petugas Jasa Marga.

5. Sekitar pukul 03.30-03.45
– Irina melarikan Mobil1 menuju RS Hermina Depok dengan mengambil jalur exit pintu Cijago.
– Pada pintu tol Cijago petugas sempat bertanya apa yang terjadi karena mobil berlumuran darah dan Irina juga melakukan pembayaran dengan e-toll card yang juga mengandung bercak darah. Namun Irina cuma meminta petugas agar mempercepat proses transaksi dan segera membuka pintu.
– Mobil selanjutnya masuk ke jalan Juanda dan di persimpangan dengan jalan Margonda sempat berhenti, karena Irina ingin memastikan apakah ada petugas polisi lantas yang berjaga pada pos yang ada di sudut persimpangan jalan. Namun karena kosong, mobil dipacu kembali dengan kecepatan tinggi menuju RS Hermina Depok.

6. Sekitar pukul 03.45-03.55
– Irina sampai di UGD RS Hermina Depok dan mengurus penyerahan korban Hermansyah ke petugas UGD.
– Irina memarkir mobil korban di area parkir di belakang RS Hermina Depok. Data waktu mengacu kepada timestamp handphone Irina yang dipanggil lewat handphone Hermansyah karena sempat tidak terlihat posisinya dalam kegelapan.

Demikian dugaan kronologi urutan kejadian pada sekitar jam 01.15 hingga 03.55 pada 9 Juli 2017 dinihari berdasarkan penuturan saksi dan korban Irina yang merupakan Isteri Hermansyah.

Terima kasih.

Dikeluarkan/dikonsultasikan oleh Pengacara Keluarga,
Bp. Ikhwan

14 Juli 2017, 21.05

#SaveHermansyah #StopHujatKorban #TuntaskanKasusPenyerangan

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)