Sunday, 23 July 2017

Cetak Jurnalis Muslim yang Mumpuni, Forjim Gelar Pelatihan Jurnalistik

Cetak Jurnalis Muslim yang Mumpuni, Forjim Gelar Pelatihan Jurnalistik

Foto: Pelatihan jurnalistik dan halalbihalal diadakan oleh Forum Jurnalis Muslim (Forjim) (Dok. Forjim)

Jakarta, Swamedium.com — Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menggelar pelatihan jurnalistik di Hotel Sofyan Betawi, Jalan Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/7). Acara itu diikuti oleh 35 jurnalis muslim dari berbagai media massa.

Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Forjim yang menjadi Ketua Panitia Pelatihan Ibnu Syafaat, mengatakan pelatihan bertujuan untuk penyegaran dan peningkatan keterampilan jurnalistik para jurnalis muslim.

“Bagaimana pun juga seorang jurnalis perlu penyegaran terkait ilmu jurnalistik meski hari harinya sudah berurusan dalam dunia jurnalistik. Ibarat pisau, meski sering digunakan setiap hari untuk memotong, tapi harus tetap diasah agar selalu tajam,” ungkap lelaki yang karib disapa Syafaat.

Menurut dia, pihaknya akan mengadakan pelatihan secara berkala. Pasalnya, Forjim, kata Syafaat, adalah kawah candradimuka untuk mencetak jurnalis-jurnalis muslim yang mumpuni.

“Insyaallah Forjim akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan peningkatan skill jurnalistik para jurnalis muslim secara rutin. Forjim punya Madrasah Jurnalistik sebagai kawah candradimuka yang tak hanya sebagai media pembentukan atau pengembangan jurnalis muslim saja tetapi juga calon-calon jurnalis muslim,” jelas Syafaat.

Lebih lanjut, Syafaat mengutarakan, dengan pelatihan diharapkan jurnalis muslim dapat berperan meng-counter pemberitaan media-media arus utama yang cenderung pemberitaannya tidak ramah terkait Islam dan umat Islam.

Sementara itu, Ketua Umum Forjim Ades Satria, dalam sambutannya menyampaikan, Forjim yang berdiri sejak tahun 2010 di Jakarta, diharapkan menjadi wadah silaturahmi para jurnalis muslim. Selain itu, kata Ades, Forjim juga menjadi wadah peningkatan kapasitas baik sebagai jurnalis maupun sebagai seorang muslim.

“Forjim tak hanya mengakomodasi pelatihan jurnalistik saja, melainkan juga pembinaan ruhiyah para jurnalis muslim. Kita upayakan ada pengajian untuk para jurnalis baik yang sudah lancar baca al-Quran maupun yang belum. Sehingga Forjim dapat berperan sebagai pengajak kebaikan kepada para jurnalis muslim,” ungkap Ades.

Adapun untuk materi pelatihan diisi oleh Senior Manajer TV One Hanibal Wijayanta, yang menyampaikan materi seputar teknik investigasi, lalu mantan wartawan senior Majalah Gatra Ahmad Husein dengan materi character building jurnalis muslim, dan pemimpin redaksi Ahad yang juga mantan wartawan senior Harian Kompas Tjahja Gunawan yang membawakan materi seputar mengelola isu dan action plan.

Acara pelatihan yang juga dirangkai dengan halalbihalal itu juga diisi ceramah oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Al Khaththath. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan bahwa perjuangan wartawan muslim sangatlah berat.

Ustadz Al Khaththath berharap, garapan Forjim tidak hanya MUI, Pesantren dan ormas Islam tetapi bagaimana dapat masuk ke parlemen, Istana, kementerian dan lembaga terkait.

“Jadilah Forjim lokomotif perjuangan di Jakarta dan seluruh Indonesia. Aktivis dijaga persatuan dan kesatuannya,” kata Ustadz Al Khaththath yang baru saja dibebaskan dari penahanan oleh Kepolisian dalam dugaan kasus makar jelang Aksi 313 lalu.

Perlu diketahui, kegiatan tersebut didukung oleh Lazis Dewan Dakwah, Rumah Zakat, Obsession News, dan LPPOM MUI. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *