Sunday, 24 September 2017

Dalam Enam Bulan, Orang Miskin di Indonesia Naik Jadi 27,77 Juta

Dalam Enam Bulan, Orang Miskin di Indonesia Naik Jadi 27,77 Juta

Foto: Ilustrasi warga miskin. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Miris! Jumlah masyarakat miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang pada Maret 2017. Jumlah tersebut bertambah sekitar 10.000 orang dibandingkan September 2016 yang mencapai 27,76 juta orang. Demikian data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (17/7).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan 27,77 juta orang tersebut merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Salah satu yang menyebabkan bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia adalah terlambatnya penyaluran beras sejahtera (ranstra).

“Ada sedikit hambatan dalam penyaluran ranstra. Jadi pada bulan Maret 2017, penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang,” ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/7).

Sementara jika dibandingkan dengan bulan yang sama, Maret tahun lalu, maka jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 234,19 ribu orang. Namun, lanjut Suhariyanto, penurunan jumlah penduduk miskin pada periode ini relatif lebih lambat dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, menurutnya, secara persentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 hanya mengalami sedikit penurunan dibanding September 2016. Pada Maret 2017, persentase penduduk miskin mencapai 10,64% sedangkan pada September 2016 sekitar 10,71%.

“Penurunan September ke Maret 2017 relatif lebih lambat dibanding periode sebelumnya,” kata Suhariyanto seperti dikutip Sindonews.

Dari jumlah tersebut, kata dia, penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 188,19 ribu. Sedangkan daerah pedesaan mengalami penurunan sebesar 181,29 ribu orang.

“Karakteristik penting di Indonesia dimana masih ada disparitas tinggi antara kota dan desa. Maret 2017 kota yang miskin 7,72% tetapi yang di desa 13,93%. Menunjukkan persoalan kemiskinan itu ada di pedesaan. Jadi kalau ingin mengentaskan kemiskinan kuncinya ada di pedesaan. Tapi tetap harus perhatikan kemiskinan di kota, karena karakteristiknya berbeda,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)