Sunday, 24 September 2017

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Merana

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Merana

Foto: Ilustrasi bawang merah yang melimpah (ist)

Cirebon, Swamedium.com — Bawang, salah satu komoditas rempah yang banyak ditanam petani di sekitar Losari, Cirebon, Jawa barat hingga Brebes, Jawa Tengah ini sempat melejit harganya saat bulan puasa dan lebaran kemarin. Namun, pasca lebaran, harga bawang anjlok.

Petani bawang merah di sejumlah daerah tengah dilanda kegalauan dikarenakan dalam sepekan terakhir ini, harga jual bawang merah turun drastis. Akibatnya, sejumlah petani mengaku mengalami kerugian.

Nasuha (40), salah satu petani bawang di Desa Tersana, Kecamatan Pabedilan menjelaskan, salah satu faktor penyebab anjloknya harga bawang adalah melimpahnya stok bawang merah di pasaran. Kondisi tersebut otomatis mereduksi harga bawang di tingkat petani, sehingga tidak sedikit petani yang mengalami kerugian.

“Sekarang untuk bawang merah kering itu, Rp15 ribu. Kalau basah lebih murah lagi. Seminggu terakhir harganya anjlok,” ujarnya seperti dikutip Radar Cirebon, Minggu (16/7) kemarin.

Nasuha mengungkapkan, sepekan sebelumya, harga bawang di tingkat petani masih di kisaran Rp20 ribu. Namun seiring dengan waktu panen yang hampir berbarengan di sejumlah daerah, membuat stok bawang melimpah dan harga bawang di pasaran mengalami penurunan.

“Saat ini, harga bawang merah turun drastis. Kita tidak bisa simpan karena bawang-bawang ini mesti segera terjual untuk nutup utang pas tanam kemarin,” ungkapnya.

Seorang pegiat pertanian di Cirebon Timur Adang Juhandi, mengatakan untuk mengamankan harga jual petani agar tidak merugi, Bulog salah satu BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah harus turun dan mulai membeli bawang-bawang petani sesuai harga standar pasar.

“Pemerintah harus hadir di persoalan ini. Jangan ketika harga komoditi merangkak naik, kemudian pemerintah melakukan pembatasan harga. Tapi ketika harga komoditi mulai turun dan anjlok, tidak ada upaya untuk menyelamatkan petani. Harus seimbang dong,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)