Friday, 24 November 2017

Hersubeno Arief: Adu Kuat Jenderal Naga Bonar Vs Meikarta

Hersubeno Arief: Adu Kuat  Jenderal  Naga Bonar Vs Meikarta

Oleh : Hersubeno Arief

Perseteruan Pemprov Jawa Barat (Jabar) dengan pengembang kota Meikarta, kian sengit. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz) secara tegas meminta agar pembangunan dan penjualan kota di kawasan Cikarang, Bekasi itu dihentikan.

Demiz menilai penjualan besar-besaran apartemen oleh Meikarta, sebagai tindak kriminal, menjual barang ilegal. Barang belum berizin kok sudah dipasarkan?

Ini bukan peringatan pertama dari Demiz kepada Lippo Group pengembang Kota Meikarta. Akhir Mei lalu pemeran Jenderal Naga Bonar itu bersuara sangat keras dan menuding Lippo ingin membangun negara dalam negara.

Sebagai penguasa daerah, Pemprov Jabar sangat kaget ketika mendapati pengembang Lippo mengumumkan membangun sebuah kota baru, padahal Pemprov belum pernah memberikan izin. Demiz menjadi lebih terkejut lagi ketika mendapati Lippo telah melakukan promosi dan penjualan besar-besaran.

Tak lama setelah peringatan keras tersebut, Presiden Komisaris Lippo Theo Sambuaga dan Presiden Direktur Meikarta I Ktut Budi Wijaya menemui Demiz di kantornya, Gedung Sate, Bandung. Seusai pertemuan, dengan mengutip Theo, media ramai-ramai memberitakan bahwa Demiz mendukung pembangunan Kota Meikarta. Jadi pembangunan terus berlanjut.

Berita tersebut agak janggal. Media tidak ada yang mengutip pernyataan Demiz. Kejanggalan berikutnya bagaimana mungkin sikap Demiz cepat berubah? Dari menentang keras, menjadi mendukung?

Kendati senang bercanda, atau kata orang sunda ngabodor, Demiz dikenal sebagai pribadi yang teguh dan tegas ketika berurusan dengan masalah-masalah prinsip.

Dengan munculnya peringatan keras agar Lippo segera menghentikan sementara pembangunan Meikarta, duduk persoalannya menjadi terang benderang. Berita hasil pertemuan Lippo dengan Demiz sengaja diplintir media.

Tak ada dukungan dari Pemprov Jabar. Yang ada Lippo malah diminta mentaati aturan. Mengurus perizinan terlebih dahulu, apakah sudah sesuai dengan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) yang master plan-nya telah dibuat oleh Pemprov Jabar, baru boleh membangun.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)