Wednesday, 18 October 2017

Himpuh Sudah Laporkan First Travel Ke Kemenag Sejak 2012

Himpuh Sudah Laporkan First Travel Ke Kemenag Sejak 2012

Jakarta, Swamedium.com – Seandainya Kementerian Agama (Kemenag) cepat merespon laporan masyarakat, tentu korban biro umroh PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) lebih sedikit. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengaku sudah memberi peringatan soal keberadaan biro umroh First Travel kepada Kemenag sejak tahun 2012.

Sejak tahun 2012, Himpuh sudah melaporkan ke Kemenag sebab melihat ada yang tidak benar dari bisnis yang dijalankan oleh First Travel.

“Di 2012 kami perlihatkan hal demikian kepada Kemenag, pihak berwajib agar mewaspadai, agar sistem ini diwaspadai,” kata Ketua Himpuh Baluki Ahmad dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Bahkan, kata Baluki, pihaknya juga sudah meminta kepolisian untuk memantau terus perkembangan dari First Travel.

“Ini kritik kami sejak awal dan bahas. Kami pun saat itu segera minta pihak berwajib meninjau,” ujarnya.

Baluki memastikan, First Travel tak masuk keanggotaan Himpuh. “Kita juga dapat informasi kalau nama First Travel tidak terdaftar di tiga asosiasi resmi penyelengara haji dan umroh lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengaku sedang menggodog undang-undang yang mengatur pengawasan untuk biro perjalanan wisata religi.

“Kami segera selesaikan undang-undang yang baru menangani umrah, mengenai yang dulu belum terakomodasi secara sempurna,” ujar dia.

Selain melindungi para calon jamaah, undang-undang tersebut mengatur proses pemantauan yang lebih ketat, termasuk soal mekanisme pemberian sanksi.

“Pasal tentang umrah itu sedikit sekali. Makanya tentang umrah dan haji dibuat khusus,” tuturnya. (maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)