Wednesday, 18 October 2017

Pertimbangan Kesehatan, TPM Minta Ustadz Baasyir Dipindah Penahanannya

Pertimbangan Kesehatan, TPM Minta Ustadz Baasyir Dipindah Penahanannya

Foto: Konferensi Pers Tim Mer-C dan Penasehat Hukum Abu Bakar Baasyir. (Joko/swamedium(

Jakarta, Swamedium.com — Tim Pengacara Muslim (TPM) Ahmad Michdan mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemerintah agar dapat memindahkan lokasi penahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir ke rutan yang terdekat dari jangkauan keluarga. Hal ini dilakukan atas permintaan keluarga dengan pertimbangan kondisi kesehatan Ustadz Baasyir.

“Saat ini kondisi fisik Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sedang memperihatinkan yang sebetulnya sudah sejak beberapa tahun lalu, yang terbaru di pertengahan bulan Ramadhan ini terjadi penurunan kondisi fisik nya, kami telah meminta agar dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh atau medical chek up kepada beliau, karena sudah tahun ke dua Ustad mengalami sakit di bagian kaki dan telah terjadi pembengkakan pada kakinya,” terang Ahmad Michdan, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Mer-C, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8) siang.

Mengenai kondisi Ustad Abu Bakar Baasyir yang mengalami sakit, hal ini dibenarkan oleh pihak penasehat hukumnya. Achmad Michdan mengungkapkan, saat akan melakukan pemeriksaan kesehatan Baasyir, tim Mer-C sempat dipersulit oleh pihak kepolisian.

“Karena usia yang sudah lanjut, dan kondisi kesehatannya terus menurun dari waktu ke waktu, kami dan rekan rekan dokter dari Merc terlebih dokter Jose (Rizal), bersikeras agar dapat bisa melakukan pemeriksaan, walaupun dengan birokrasi yang tidak mudah yang tadinya harus dilakukan di RS Polri namun bersyukur bisa melakukan di tempat yang berbeda dan mempunyai fasilitas yang lebih lengkap,” ungkap Michdan.

Selain itu Michdan menyayangkan kondisi ketimpangan antara penahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir dengan terpidana lain, dimana Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ditempatkan di sel isolasi.

“Kami sebagai penasehat hukum dan tim dokter dari Mer-c baru bisa bertemu beberapa kali, jadi banyak hal yang ingin kami perjuangan bagi keluarga, karena kami pun hanya bisa melihat dari kaca untuk berdialog dan bersalaman, sedangkan keluarga baru bisa bertemu saat hari raya saja tahun ini, pernah satu waktu di Gunung Sindur itu pun baru hanya Ustadz Arifin Ilham yang bertemu karena Ustadz Arifin sedang mengisi sebuah acara di sana dan meminta untuk dapat bertemu,” terang Michdan.

Ustadz Abu Bakar Baasyir selama menjalankan masa hukumannya menerima maximum security dari pihak lapas, mengingat usia Ustadz Abu Bakar Baasyir yang tidak lagi muda, Michdan menilai hal itu sebagai bentuk yang berlebihan.

“Secara sensitifitas, usia Ustad Abu Bakar Baasyir sudah mencapai usia 80 tahunan, untuk itu kami minta agar ustadz mendapatkan kebijakan khusus, dengan dipindah (lokasi penahanan) keluarga dapat lebih memperhatikan kondisi fisik dan psikisnya selama di tahanan,” tutupnya. (Jok/Ima)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)