Wednesday, 21 November 2018

Kondisi Warga Desa Cibatu Setelah Proyek Meikarta Berjalan

Kondisi Warga Desa Cibatu Setelah Proyek Meikarta Berjalan

Foto: Proyek pembangunan Meikarta yang tetap berjalan meski bermasalah dalam perizinan. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Bekasi, Swamedium.com — Kondisi kehidupan yang cukup memprihatinkan layaknya seperti desa tertinggal dengan adanya rumah-rumah warga yang tak layak huni dan gunungan sampah di sekitaran kawasan proyek pembangunan mega city Meikarta di Desa Cibatu, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pantauan tim Swamedium.com di lokasi, warga yang masih bertahan untuk tinggal di sana, sebagian besar menghuni rumah yang tidak lebih besar dari rumah tipe 21 di lahan yang telah jatuh ke tangan pengembang Grup Lippo.

Foto: Sebuah mushola yang tersisa di Desa Cibatu, Cikarang Selatan, lokasi dari proyek mega city Meikarta. (Mangucuy/swamedium)

Wainah (56), salah satu warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di proyek milik Taipan Cina James Riady tersebut, mengaku pasrah dengan keadaan sekarang.

“Ya abis mau gimana lagi, warga di sini udah gak punya hak apa-apa lagi, sekarang ini cuma bisa jadi penonton aja, melototi proyek ini tok,” tutur dia, Sabtu (12/8).

Wainah mengungkapkan, beberapa tahun lalu, sebagian besar warga setempat telah melepas tanah miliknya mengikuti orang tua terdahulu untuk menjual tanahnya dengan alasan tak memiliki sertifikat hak milik tanah.

“Yah, abis mau gimana lagi saya sih gak tau apa-apa, gak ngerti waktu itu, pokoknya ikutan orang tua yang udah jual aja,” ungkapnya.

Foto: Sebuah taman tempat anak-anak warga setempat bermain, mulai terambah aktifitas proyek Meikarta. (Mangucuy/swamedium)

Terlihat di lokasi, sekitaran proyek pembangunan hunian vertikal yang saat ini telah mencapai luas kurang lebih 130-140 hektare itu, pemukiman warga setempat tampak sepi dari aktifitas warga.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, warga telah sejak lama pergi mencari pemukiman lain untuk pindah meninggalkan tanah kelahirannya di Desa Cibatu. (Jok)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (19)

19 Comments

  1. Djono

    Kasihan juga memang warga.. tapi apa boleh buat.. menjual tanahnya adalah setiap warga.. disini bubur sudah sempat menjadi nasii.. ehh terbalikk… tapi Jkt juga dulu begitu kokk.. banyak warga yg jual tanahnya.. akhirnya penyesalan selalu datang belakangan..kalau didepan itu namanya pendaftarann.. hehe

    Reply
  2. Sumino

    Wajar selalu penyesalan datangg.. tapi perlu diingat.. kalau tdk dibeli oleh pengembang belum tentu cikarang akan semegah sekarangg.. bisa2 jadi hanya jd perumahan murah atau hanya jadi tanah gersang.. sebab pemerintah belum tentu akan mempwrdulikannya utk dijadikan jadi kota baru…

    Reply
  3. Djono

    Kasihan juga memang warga.. tapi apa boleh buat.. menjual tanahnya adalah hak setiap warga.. disini bubur sudah sempat menjadi nasii.. ehh terbalikk… tapi Jkt juga dulu begitu kokk.. banyak warga yg jual tanahnya.. akhirnya penyesalan selalu datang belakangan..kalau didepan itu namanya pendaftarann.. hehe

    Reply
  4. Hole

    Tdk perlu ada penyesalan, songsong masa depan dgn lebih baik meikarya bisa saja memberikan lebih dari itu khususnya utk anak cucu.. melalui pekerjaan yg lebih layak.. setiap kota baru juga bisa mengalami hal yg sama.. dulu kakek saya jual tanahnya di medan dgn harga ribu rupiah permeter sekarang sudah puluhan juta.. ujunng2nya menyesal tapi apa boleh buat..

    Reply
  5. Ruri..i

    Apa sihh yg disesali lagi, pasrahkanlahh.. seandainya perusahaan lain yg beli lahan inii.. kondisinya juga pasti sama.. justru ini harus disyukuri.. karena ini akan menjadi kota baru yg dapat mensejahterakan banyak orangg.. juga menopang Jakarta kearah yg lebih baikkk…

    Reply
  6. rangga

    Gak salah nih? kawan2 gw yang kerja di proyek meikarta malah seneng karena mereka dan warga sekitar bisa dapet kerjaan setelah meikarta berjalan, itu fakta di lapangan loh, apalagi sales2 nya kebanyakan orang bekasi tuh

    Reply
  7. Iwan

    Wah yg gue tau lahan meikarta itu adlah lahan kosong yg sdh di miliki lippo.sejak lama…ini trllu di dramatisir berita nya

    Reply
  8. Hj. Riziek Abdul

    Anda menulis keadaan sekarang, emang kau pikir ini cabe habis makan pedes? Tunggu saatnya., ketika selesai, orang berbondong2 ke cibatu gara2 ada Meikarta..

    Reply
  9. Hj. Riziek Abdul

    Warga otak jng kandas, jng mau hanya disuapin terus, seharusnya kehadiran Meikarta akan meningkatkan ekonomi kalian..jng malas trus pengen kaya..

    Reply
  10. Abu Faris

    Jangan hanya berpikir dari sisi kalian bung..yang bisa duduk di ruangan ber AC, makan 3x sehari snack 6x sehari..kendaraan ada, keluarga punya atap yang adem…

    Yang bilang narsum bayaran, anda turun ke lapangan, jangan cuman sejam dua jam, karena kepanasan lalu SANGGUP beli minuman dingin..

    Anda rasakan disitu selama seminggu, rasakan apa yg mereka rasakan. Ekonomi lagi jatuh, jangan mereka dikorbankan juga.

    Reply
  11. Ahmad Haryanto

    Assalamualaikum
    Bagaimana kalau kalian adalah warga sekitar dengan kemampuan minim dengan kesejahteraan yang apa adanya,kalian hanya bisa memberikan komentar.realisasi buat warga sekitar nihil.

    Harusnya pengembang berpikir bagaimana agar masyarakat sekitar dapat memiki hunian yg layak sarana bermain anak-anak yang nyaman dengan harga terjangkau jangan menyingkirkan masyarakat menengah kebawah,dimana keadilan sosial bagi rakyat indonesia

    Banyak project pengembang tidak selalu menguntungkan masyarakat kecil,kecuali pemgembang mendirikan kawasan industri itu lebih berarti banyaknya lowongan pekerjaan.Selama ini project pembangunan apartement dapat menyerap cleaning service dan building management yang mana itupun outsourching dan kebanyakan bukan warga sekitar.saya juga bekerja disalah satu pengembang jadi sebagian besar saya mengetahui apa saja yang ada didalamnya.terima kasih

    Reply
  12. Kopi hitam

    Yang udah pasti itu tersingkir dan jadi jongos, gak usah bicara muluk2 ke depan. Orang peraturan perizinan aja di kangkangin, apa lgi cuma rakyat jelata…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (19)