Friday, 24 November 2017

Sejak Meikarta Dibangun, Warga Tertutup dengan Orang Baru

Sejak Meikarta Dibangun, Warga Tertutup dengan Orang Baru

Foto: Wainah (50) salah satu dari sedikit warga yang mau berinteraksi dengan tamu di kampungnya. (Joko/swamedium)

Bekasi, Swamedium.com — Tatapan mata tajam terkesan penuh tanda tanya dan kewaspadaan dirasakan tim liputan Swamedium.com saat berkunjung ke Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, desa yang menjadi lokasi proyek pembangunan Meikarta, Minggu (13/8) lalu.

Beberapa warga enggan menjawab dan memilih diam saat disapa bahkan cenderung acuh saat tim Swamedium.com mengajak berbincang-bincang mereka.

H.Anom (64), salah satu tokoh warga setempat yang tinggal di Jalan Kp Bangkuang RT 09 RW 06 yang masih memiliki sebidang tanah dan rumah di sana, mengungkapkan kalau saat ini, warga cenderung tertutup jika ada orang yang tidak dikenalnya.

“Disini warga desa emang banyak diem, apalagi kalo ada orang baru (dilihat) nanyain proyek, pada jaga jaga kali ya,” ujarnya.

Saat ditanya lebih jauh mengenai alasan para warga yang memilih diam, H. Anom menilai, karena kondisi warga yang tidak tahu menahu mengenai asal mula soal lahan pertanian maupun rumah miliknya nantinya diperuntukkan untuk apa setelah ada sejumlah orang yang menawarkan agar dijual.

“Dulu orang mah pada ngajual ngajual aja, gak tahu tanahnya untuk apa,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Wainah (50) salah satu dari sedikiit warga yang mau berinteraksi dengan orang baru, yang sehari-hari memulung sampah botol minuman kemasan, tidak tahu menahu soal proyek pembangunan tersebut.

“Ibu teh orang kecil gak ngerti apa apa,” tuturnya.

Diketahui, ia memiliki tiga orang anak dan dahulunya bekerja sebagai buruh tani dan memiliki tanah sekitar 1.340 meter persegi namun telah dilepas dengan harga murah beberapa tahun lalu. Dari hasil penjualannya itu, lalu ia gunakan untuk membeli sepetak tanah yang berlokasi jauh dari rumahnya saat ini.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (18)

18 Comments

  1. hasan

    Sejak meikarta mau di bangun, banyak warga merasa senang karena mereka akhirnya bisa mendapat pekerjaan dan dapat hidup dengan layak, jauh lebih baik daripada sebelumnya… itu cerita yang gw dapet dari teman2 yg tinggal di sekitar proyek meikarta.. ada yg punya cerita lain?

    Reply
    1. Andi

      pendirian lu dimana sihh?? lebih banyak mudaratnya, tapi dilain sisi lu bilang daripada lahan dibiarkan nganggur,,, hahhahaa

      Reply
  2. andre grasier

    wah, ga salah tim nya interview??warga mana yang di wawancara…itu lahan meikarta udah di bebaskan sejak thun 1990 an…jadi itu kan punya Lippo, dan ga ada warga yg merasa di gusur krena proyek meikarta….awas salah alamat wartawan nya ngeliput

    Reply
  3. rosmita

    Teruskan membangun meikarta, jgn peduli dgn suara-suara sumbang bayaran cukong yg dagangan propertynya ga laku karena meikarta.

    Reply
  4. Nisa

    Negara didalam negara.. ngga mungkin ekonomi menengah kebawah bisa nempatin ‘meikarta’, terusir di negeri nya sendiri.

    Reply
    1. Anonymous

      kata siapa warga kelas menengah warga pribumi gak bisa pny Apartement Meikarta ?
      kalau memang mau dijadikan Negara dalam Negara, atau mereka bilang pengalihan Reklamasi, kenapa Meikarta gak jual dengan harga yg sekiranya Orang Pribumi gak bisa beli ?
      yg penghasilannya diangka 3 jt aja mampu koq pny asset di Meikarta.

      Reply
  5. Ruri..i

    Hal yg lumrah bila kejadian diatas terjadii.. karena beberapa puluh tahun lalu mereka menjual tanahnyaa karena mereka pikirr utk apa tanah gersang begini?? Justru ketika itu pasti mereka merasa senang ada yg mau beli tanah gersangg tersebutt.. hari hari gini.. mulailah ada penyesalann.. tapi perlu juga diingatt kalau tanah itu tdk dibeli pemgembang.. belum tentu juga bisa kayak sekarang jadi kota yg berhargaa..

    Reply
  6. Djunaidi

    Kota2 lain juga pada awalnya banyak seperti inii.. jadi gak usah menyesal2.. anak2lah dipersiapkan utk bisa mengisi salah satu pekerjaan yg pasti tersedia di daerah inii…

    Reply
  7. Ellies

    Ya diamlahhh apa urusan warga tetangga thd meikarta.. kan ini kan pembangunan kota baru.. mana ngerti mereka.. apalagi mereka jual tanahnya puluhan tahun laluu.. gak dia jual tanah pembelinya ditanya mau buat apa tanahkuu… hehee ya terserah yg beli donkk

    Reply
  8. Ellies

    Ya diamlahhh apa urusan warga tetangga thd meikarta.. ini kan pembangunan kota baru.. mana ngerti mereka.. apalagi mereka jual tanahnya puluhan tahun laluu.. gak mungkin dia jual tanahnya kemudian pembelinya ditanya mau buat apa tanahkuu… hehee ya terserah yg beli donkk

    Reply
  9. Muchtar Adam

    memang sih penyesalan datangnya selalu belakangan karena kalau datangnya di depan namanya pendaftaran,,, hehehe, ngpain lagi wartawan2 gadungan ini nanyain warga yang sudah jual tanahnya puluhan tahun lalu,, ketahuan ini hanya untuk bikin berita yang wawww gitu.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)