Saturday, 23 September 2017

Jadi Saksi Buni Yani, Ini yang Disampaikan Sekretaris Pemuda Muhammadiyah

Jadi Saksi Buni Yani, Ini yang Disampaikan Sekretaris Pemuda Muhammadiyah

Foto: Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mendesak terpidana Ahok segera dikembalikan ke Lapas Cipinang. (Yoga/swamedium)

Bandung, Swamedium.com — Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menghadiri sidang kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani. Dia hadir menjadi saksi meringankan bagi terdakwa.

Ada sejumlah hal yang disampaikan Pedri dalam persidangan yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (22/8) kemarin.

Menurut Pedri, dia diminta hadir oleh pihak Buni Yani karena merupakan salah satu pelapor pada kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kami sampaikam dalam persidangan, pelaporan Ahok itu ke polisi karena pidatonya di Kepulauan Seribu diduga mengandung unsur penodaan atau penistaan terhadap agama Islam, jadi tak ada hubungannua dengan Buni Yani,” kata Pedri di Jakarta, Rabu (23/8).

Dilanjutkan Pedri, video yang dijadikan sebagai barang bukti dalam sidang Ahok berasal dari Youtube yang diunggah pertama kali oleh akun Pemprov DKI Jakarta. Pedri juga menjelaskan, tidak ada penyertaaan video yang diunggah Buni Yani di media sosial facebook, termasuk kata-kata caption yang ditulis Buni Yani.

“Kemudian, kami mulai membahas video Ahok itu pada 5 Oktober 2016. Sementara postingan Buni Yani yang diperlihatkan di sidang kemarin tertanggal 6 Oktober 2016,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pedri mengungkapkan, dirinya baru mengenal Buni Yani pada 28 Desember 2016 di PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Dia bertemu Buni dalam sebuah acara yang menghadirkan panglima TNI. Itu artinya, Pedri mengenal Buni Yani jauh setelah pihaknya melaporkan Ahok pada 7 Oktober 2016.

“Yang berikutnya, semua barang bukti video ataupun bukti lain yang dihadirkan dalam sidang kasus Ahok terdahulu tidak satu pun yang berhubungan dengan Buni Yani,” tegas Pedri.

Dia juga menegaskan, semua video yang dihadirkan dalam sidang kasus Ahok terdahulu adalah video asli sesuai dengan keterangan Ahli Digital Forensik Puslabfor Mabes Polri.

“Termasuk video yang durasinya pendek, dalam artian tidak seperti video utuh 1 jam 48 menit. Jadi video yang dipotong durasinya bukan berarti tak asli, kecuali jika sudah ada penambahan atau pengurangan frame,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)