Saturday, 23 September 2017

Tidak Sesuai SNI, 13 Pabrik Gula Terancam Dipidanakan

Tidak Sesuai SNI, 13 Pabrik Gula Terancam Dipidanakan

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan ada 13 pabrik milik PTPN dan RNI yang terindikasi memproduksi gula tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Kasusnya saat ini sedang ditangani dengan ancaman pidana.

“Ada laporan yang menunjukkan bahwa gula yang ada di pasar itu dipertanyakan mengenai kualitasnya. Kita mempunyai, salah satu tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) kami di PKTN (Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga) adalah perlindungan konsumen dan tata niaga,” kata Mendag kepada media di kantornya, Rabu (23/8).

Gula tersebut, menurut Enggar, apabila mengacu International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA) maka kualitasnya tidak sesuai SNI. Sampelnya sudah dicek di lab.

“Dirjen PKTN ke pabrik-pabrik gula itu, ada 13 pabrik gula, dan secara kasat mata yang kita duga melanggar ketentuan ICUMSA kami police line. Kami tidak akan beri toleransi kepada siapa pun sejauh itu menganggu kepentingan konsumen,” jelasnya.

Dari sampel yang dianalisis ada beberapa yang lolos. Namun, kata Mendag ada pula yang kualitasnya tidak sesuai dengan SNI. Menyikapi itu, Mendag telah melakukan pembicaraan oleh Direktur Utama (dirut) pabrik gula itu.

“Kemarin sudah saya ajak dirutnya untuk datang. Yang baik segera dilepas, yang tidak memenuhi standar untuk di-reprocessing kembali,” lanjutnya.

Menndag menambahkan, kasus ini akan jadi hukum pidana jika gula tersebut sudah dipasarkan. “Kalau udah direprocessing kemudian kita cek sesuai dengan standar SNI-nya, itu silahkan. Karena gini, kalo di gudang maka itu belum masuk pasar itu belum pidana. Tapi kalo dia udah masuk di pasar, melanggar SNI, maka itu kena pidana. Saya memilih ambil langkah tidak represif, tidak menuntut itu. Tapi sebelum itu terjadi kita cegah dulu, tidak boleh keluar gudang dulu,” jelasnya.

Mendag menambahkan, situasi tersebut tidak akan mengganggu suplai gula untuk kebutuhan dalam negeri. “Tidak, cukup suplai gula, lebih dari cukup,” tegasnya. (maida)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)