Saturday, 23 September 2017

Politikus Gerindra ke Polisi: Emak-emak Ditangkap, Viktor Laiskodat Dibiarin

Politikus Gerindra ke Polisi: Emak-emak Ditangkap, Viktor Laiskodat Dibiarin

Foto: Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule. (Garudayaksa)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule menilai kepolisian telah berlaku tidak adil. Hal ini terkait dengan ditangkapnya seorang ibu rumah tangga yang dikenal sebagai aktivis Aksi Bela Islam (ABI), bernama Asma Dewi Ali Hasjim dengan tuduhan dugaan melakukan ujaran kebencian (hate speech) lewat media sosial. Sementara, kata Iwan, kasus yang lebih parah, yang melibatkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat hingga kini didiamkan oleh kepolisian.

Iwan juga mengingatkan, apa yang dilakukan Viktor tidak hanya sekadar menyebar ujaran kebencian dan fitnah, namun Viktor juga dinilai telah memprovokasi rakyat untuk saling membunuh.

“Padahal ada empat partai melaporkan Viktor terkait pidatonya pada 1 Agustus lalu di Kupang. Polisi semakin tak adil tegakkan hukum. Emak emak bikin status ditangkap, tapi Viktor Laiskodat dibiarin bebas,” katanya, di Jakarta, Minggu (10/9) lalu.

Seperti diketahui, video yang berisi pidato yang disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, beredar luas dan mengundang kontroversi.

Viktor dilaporkan oleh Iwan sejak 4 Agustus 2017 dengan bukti laporan LP/773/VIII/2017 karena dianggap melanggar UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Saat melapor ke Bareskrim, Iwan membawa serta alat bukti berupa rekaman video pidato Viktor yang isinya dia nilai berisi ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memicu gesekan horisontal. (*/ls)

Related posts

Comments on swamedium (2)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)