Saturday, 23 September 2017

GEPRINDO Sebut Iklan Meikarta di Media Massa Berlebihan

GEPRINDO Sebut Iklan Meikarta di Media Massa Berlebihan

Foto: Bastian P Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Iklan Meikarta sangat masif dipublikasikan di media-media mainstream, setiap hari bisa ada 2 sampai 5 iklan ‘advertorial’ dengan judul dan konten yang bervariasi.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian Simanjuntak menilai iklan-iklan tersebut isinya memuji-muji kehebatan konsep Meikarta, keuntungan membeli properti di Meikarta, juga menyinggung kompetitor yang bergerak di usaha yang sama.

“Biasanya ada tulisan “iklan” di bawah atau di atas sebuah iklan yang dipasang dalam bentuk tulisan, namun anehnya iklan Meikarta tidak ada tulisan iklannya,” ucap Bastian dengan nada keheranan.

Bastian mengatakan saat membaca iklan-iklan yang berkedok sebagai berita di media mainstream, mengingatkan dirinya pada pilpres 2014 lalu, dimana sejumlah media mainstream bertubi-tubi memberitakan kehebatan Jokowi dan Ahok dalam memimpin rakyat.

“Karena begitu hebatnya media-media mainstream memainkan kata-kata dan infografis, berakibat sebagian masyarakat memandang kedua sosok tersebut seperti bukan manusia biasa, mereka menjadi seperti “Hero” atau mirip seperti “Super Man” yang sedang di serang oleh bandit-bandit di Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (13/9).

Sehingga, sambung Bastian, masyarakat menjadi kehilangan pikiran kritis dan selalu berpersepsi bahwa apa yang dilakukan oleh Jokowi-Ahok tersebut adalah kebaikan dan kebenaran, sedangkan apa yang dipertentangkan oleh masyarakat yang lain terhadap Jokowi-Ahok dianggap sebagai serangan dari orang-orang yang jahat.

“Zaman sekarang zamannya informasi teknologi, seorang pengusaha, penulis, filsafat dari Amerika Shed Godin pernah mengatakan “apabila kita hidup di dunia dimana informasi akan mengarahkan kita kepada apa yang kita lakukan, maka informasi itu akan menjadi hal yang paling penting, orang yang memilih informasi itu akan memiliki kekuatan”,” jelas dia.

Bastian melihat sangat dahsyat peran informasi dalam arah kehidupan sehari-hari ini, baik dalam konteks kepribadian maupun dalam konteks sosial politik.

Ia mengingatkan pidato Presiden Jokowi di depan Warga Negara Indonesia di Singapura beberapa hari lalu yang mengatakan “Media mainstream masih bisa dikontrol oleh pemerintah sedangkan media sosial sangat sulit dikontrol”.

“Barangkali inilah sebabnya Jokowi meminta Kapolri untuk bertindak tegas terhadap pengguna media sosial yang kerjaannya mengkritik pemerintah,” tukas Bastian.

Terkait iklan Meikarta di sejumlah media mainstream, Bastian melihat tentunya ada transaksi yang dilakukan antara Lippo dengan media-media tersebut.

“Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah media mainstream di tahun 2014 lalu yang mengagung-agungkan Jokowi dan Ahok dengan kedok sebagai berita, juga sarat dengan transaksi? Tentunya dalam politik tidak ada makan siang yang gratis. Publik bisa mengira-ngira bagaimana proses transaksi antara politikus dengan media mainstream yang tentunya bisa dilakukan dalam bentuk lain,” tandas Bastian. (Ima/ls)

Related posts

Comments on swamedium (8)

8 Comments

  1. bengbeng

    masang iklan selama tidak merugikan masyarakat dan memiliki budget yg cukup sy rasa tdk ada masalah, yang mempermasalahkan paling2 orang yg gak suka dengan kemajuan meikarta..

    Reply
  2. hasan

    Tak henti2nya serangan terhadap meikarta, sampe iklan di permasalahkan juga… mungkin orang2 yang mempermasalahkan iklan gak punya masalah lain yg mo di bahas…

    Reply
  3. iwan

    iklan itu emang harus berlebihan bosssss, kalau ga berlebihan siapa yang mau beli barang dagangan nya…ente kan ketua organisasi, lebih be wise lah kalau mau mengomentari suatu topik, hal yang lumrah gini aja ente komentari

    Reply
  4. Nency

    yang penting sesuai dengan etika ketimuran tidak seronok, tidak telanjang, tidak ciuman, tidak tidak aneh2 dll, saya pikir gpp, jadi gak usah maslah iklan yg diperdebatkan biarlah masyarakat yang menilai kalau meikarta tidak sesuai dengan hati masayarakat pasti akan ditinggalkan orang2

    Reply
  5. iwan

    hihi iklan kok di permasalahin, selama ikan nya bayar mah ga ada masalah kaleee…iklan nya juga ga rugikan orang kok…iklan itu sumber informasi juga, iklan itu bukan berlebihan tapi menarik…salah tafsir ini pak ketua geprindo

    Reply
  6. Anonymous

    hbat sekali iklan meikarta bisa mengingatkan saudara ini dengan pilpres 2014, dasar orang ini gak move on, ternyata masih terngiang dengan pilpres 2014, yg sabar betal lagi sudah mau pilpress lagi

    Reply
  7. Dongan Simbln

    hai pak narasumber,,, bagaimana bapak bisa menilai suatu iklan itu disebut berlebihan, bukankah iklan itu sebagai suatu alat promosi, membuat orang yg tidak minat menjadi minat yg tidak ingin menjadi ingin? yang namanya promosi itu harus mengeluarkan semua kreatifitas dan bisa dituangkan dalam bentuk iklan, itu adalah marketing strategi, jadi baru ini saya tau ada iklan yg dikritisi akibat dari luarbiasanya iklanitu, tapi biar bagaimana pun ini termasuk juga keuntungan bagi meikarta karena secara tidak langsung bapak sudah mengiklankan meikarta, pihak meikartas patut berterimakasih sama bapak, hahaha

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)