Saturday, 23 September 2017

Korupsi, Kadis PMPTSP Bandung Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Korupsi, Kadis PMPTSP Bandung Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Foto: Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bandung Dandan Riza Wardhana hanya tertunduk lesu, saat mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan atas kejahatan tindak pidana korupsi yang telah dilakukannya. (Ariesman/swamedium)

Bandung, Swamedium.Com – Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bandung Dandan Riza Wardhana hanya tertunduk lesu, saat mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan atas kejahatan tindak pidana korupsi yang telah dilakukannya dalam sidang yang berlangsung, Rabu (13/9).

Dandan Riza Wardhana dituntut JPU dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp50 Juta atau bisa diganti dengan hukuman kurungan selama 1 bulan penjara.

Dandan dianggap terbukti melakukan pelanggaran atas dakwaan alternatif. Tepatnya Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana. Korupsi.

Dengan Unsur-unsur sebagai berikut, terdakwa adalah pegawai negeri sipil dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung.

Dengan jabatan yang disandangnya, Dandan melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Berupa pengurusan dan penerbitan izin, selain izin gangguan, izin mendirikan bangunan, dan izin trayek.

Dandan menunjuk dan memerintahkan Noerkiyah Setiawati selaku Pengadministrasi Penerbit Izin dan Verifikator Dokumen Perizinan Muthia menghimpun uang titipan dari staf Bidang B, yang salah satu tugasnya melayani perizinan gangguan.

Dandan juga memerintahkan secara lisan Wawan Khaerullah selaku Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan D untuk mengumpulkan uang sebesar Rp15 juta yang diberikan kepada LSM Jaga Lembur.

Terdakwa juga menerima uang titipan dari pemohon perizinan yang besaran nominalnya berbeda-beda, dengan rincian untuk izin gangguan sebesar Rp200 ribu, Tanda Daftar Perusahaan (Rp100 ribu), Tanda Daftar Gudang (Rp200 ribu), Izin Usaha Jasa Kontruksi (Rp150 ribu), dan Surat Izin Usaha Perusahaan (Rp150 ribu).

Dari seluruh proses tersebut, terdakwa menerima total uang pengurusan perizinan sekitar Rp79 juta.

Hal yang meringankan, Dandan belum pernah dihukum dan dia mengakui perbuatannya.

Atas tuntutan tersebut Dandan melalui pengacaranya mengatakan akan mengajukan pembelaan.

Disambut Tangis Kerabat

Mata terdakwa baru terlihat basah, saat keluarga, di pintu keluar Ruang Sidang I Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung Jalan RE Martadinata No.74 memeluk dan menciumi wajahnya, yang klimis dan berkacamata minus.

Sempat terjadi kericuhan antara pihak keluarga Dandan dengan para wartawan. Seorang perempuan yang diduga kerabat Dandan menutupi kamera wartawan yang tengah mengabadikan adegan tersebut.

“Jangan. Jangan diambil gambarnya. Orang lagi sedih, kok diambil-ambil gambarnya,” kata perempuan itu.

“Izin dulu kek,” imbuhnya. (Ris/ls)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)