Friday, 24 November 2017

“Reign of Fear”, Membasmi Ujaran Kebencian dan Hoax

“Reign of Fear”, Membasmi Ujaran Kebencian dan Hoax

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Di awal 1980-an, pihak penguasa merasa tidak punya cara lain untuk mengatasi premanisme yang merajalele di Indonesia. Penembakan misterius (populer dengan akronim “petrus”) dilancarkan oleh penguasa. Menurut Komnas HAM, setidaknya 2,000 orang tewas dalam operasi Petrus. Bahkan, sumber lain meyakini jumlahnya berkali-kali lipat dari itu.

Di kota-kota besar bertebaran berita penemuan mayat preman yang mati karena tembakan atau cara lain, termasuk diikat dan digonikan. Macam-macam kondisi. Mereka ditemukan diparit, di sungai, atau di pinggir jalan.

Dalam biografi yang ditulis oleh Ramadhan KH dan G Dwipayana, Pak Harto mengakui bahwa Petrus disebar karena kejahatan preman dan gali sudah sangat keterlaluan, waktu itu.

Petrus memang berhasil menyebar ketakutan di kalangan preman. Premanisme berhenti total. Yang belum kena timah panas Petrus, bersembunyi menyelamatkan nyawa mereka. Tindakan “reign of fear” (cengekeraman ketakutan) ini sangat efektif mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.

Waktu itu, gerombolan preman memang menjadi sumber ketakutan. Kejahatan sadis yang mereka lakukan, justru lebih dulu menimbulkan “reign of fear” di tengah masyarakat. Jadi, lebih-kurang “reign of fear” Petrus disebar untuk membasmi “reign of fear” premanisme.

Itulah kisah tentang cara penguasa membasmi premanisme yang dianggap sudah keterlaluan, yang menimbulkan cengkeraman ketakutan.

Entahkan terinspirasi kisah 1980-an itu, atau tidak, tampaknya pihak yang berkuasa sekarang ini sedang melancarkan taktik “reign of fear” juga. Tujuannnya ialah untuk membasmi ujaran kebencian dan berita hoax. Cengkeraman ketakutan (reigh of fear) itu dilakukan oleh kepolisian dalam bentuk penangkapan para aktivis media sosial (medsos) yang mereka yakini sebagai pelaku ujaran kebencian, SARA, dan hoax.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)