Monday, 18 December 2017

Keberadaan Meikarta Dinilai Mengancam Ketersediaan Air Bersih Warga Cibatu

Keberadaan Meikarta Dinilai Mengancam Ketersediaan Air Bersih Warga Cibatu

Foto: Proyek kontroversi Meikarta di Cikarang, Bekasi. (Mangucuy/Nael/swamedium)

Cikarang, Swamedium.com — Meski saat ini PT. Lippo Cikarang baru mengantongi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) seluas 84,6 hektar, secara bertahap Meikarta akan berdiri di areal dengan luas tak kurang dari 500 hektar dan diperkirakan akan akan dihuni jutaan warga.

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan (GEMPAL), Ribah Setiawan Risban mengatakan, berbagai persoalan sudah menanti Meikarta ibarat ‘Bom Waktu’. Salah satunya yang dia kritisi adalan persoalan ketersediaan air baku mengingat kawasan Meikarta adalah daerah tandus yang ketersediaan airnya sangat minim.

“Itu (kawasan Meikarta) lahan tandus, ketersediaannya airnya sangat minim sehingga yang kita khawatirkan hal ini akan berdampak juga terhadap ketersediaan air bagi masyarakat di sekitar area Meikarta, khususnya warga Desa Cibatu,” kata Ribah seperti dikutip Beritacikarang, Jumat (15/9) pekan lalu.

Ribah juga mengungkapkan, banyak masyarakat Desa Cibatu yang merasa keberatan dengan mega proyek milik taipan James Riyadi tersebut. Pasalnya, tidak ada sosialisasi terkait proyek itu kepada warga.

“Padahal itu harus disosialisasikan dulu. Didalam UU itu diatur bahwa warga terdampak itu harus dilibatkan untuk sidang Amdalnya dan lain sebagainya. Tetapi ini kan belum jelas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dikatakan Ribah, masih ada persoalan lainnya seperti persoalan sampah dan limbah dari keberadaan mega proyek tersebut. Jika diasumsikan Meikarta akan dihuni 1,2 juta jiwa maka diprediksi setiap hari sampah yang akan diproduksi ratusan ton.

“Pertanyaannya, volume sampah sebesar itu mau dibuang kemana?,” tukasnya.

Selama ini, dijelaskan Ribah, masalah sampah memang menjadi persoalan serius yang dihadapi Kabupaten Bekasi. Sebab, tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng di Kabupaten Bekasi tidak memiliki kapasitas yang cukup besar.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (4)

4 Comments

  1. Anonymous

    Saya pikir dalam pembangunan perumahan lippo sudah expert,, mulai dari pengolahan sampah sampai bahkan mereka bisa memanfaatkan air laut menjadi air minum, dan yg begitu2 mereka sudah bisa lakukan dari masa yang lalu,

    Reply
  2. Anonymous

    Wakaka,ga jelas ini artikel….meikarta jstru mmbuat terobosan baru dlm hal penyediaan air bersih, dari info yg gw dengar meikarta membuat design yg modern dal hal ketersediaan air bersih

    Reply
  3. Anonymous

    smakin hari semakin terlihat, dan terangbenderang, kini seperti sebelumnya ternyata benar lippo telah memiliki ijin atas 84,6ha dan yg lain akan menyuusul, ini sih yg sering dikwatirkan atau menjadi topik pembahasan di mana-man, kalau masalah air dan sampah pasti meikarta sudah memahami hal itu.

    Reply
  4. Anonymous

    justru karena ada meikarta, wilayah yg tadinya tandus dan kering akan segera dialiri air.. intinya dampak dari meikarta sangat positif bagi lingkungan sekitar.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)