Wednesday, 18 October 2017

Pemerintah Akui Belum Maksimal Awasi Aktivitas Usaha Online

Pemerintah Akui Belum Maksimal Awasi Aktivitas Usaha Online

Foto: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Seminar Nasional "Perencanaan Wilayah dan Kota di Era Digital" di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (23/9). (Ariesmen/swamedium

Bandung, Swamedium.Com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram mengatakan kemajuan teknologi digital di era digitalisasi, telah menyebabkan terjadi perubahan mindset, baik dalam pola pikir maupun dalam pola tindak, karena itu harus dipastikan perencanaan wilayah dan kota tidak boleh berubah, harus tetap pro terhadap koperasi dan UKM.

“Artinya, simpul-simpul distribusi jasa dan produk harus benar-benar berbasis koperasi dan UKM. Jangan sampai dengan adanya jasa berbasis digital, kemudian produk-produk UKM menjadi tersingkirkan,” kata Agus dalam semininar nasional bertajuk `Perencanaan Wilayah dan Kota di Era Digital, di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (23/9) kemarin.

Agus mengakui, saat ini pemerintah belum maksimal mengawasi aktivitas usaha online (dunia maya), tentang produk mana saja yang dijual. Maka dari itu, UKM harus lebih kompetitif dan memiliki daya saing yang lebih kuat di era digital seperti saat ini.

“Misalnya dengan memberikan sertifikasi dan standarisasi produk. Sehingga di dalam perkembangan wilayah dan kota ini, UKM bisa mengantisipasi dengan lebih adaptatif. Karena jika di era digital seperti ini, kemudian UKM masih menggunakan pola konvensional, maka dia akan tereliminir secara pelan-pelan,” tandasnya.

Agus mengharapkan, UKM juga dapat berkembang ke arah digital, khususnya yang berbisnis di wilayah perkotaan. Karena saat ini, semua jenis usaha sudah tidak lagi tergantung terhadap ruang, waktu dan jarak.

“Jadi, walaupun di dalam ruang yang kecil, mereka bisa memiliki usaha dengan adanya teknologi digital, dan UKM juga harus mampu mengantisipasi perkembangan wilayah dan kota yang semakin cepat. Dengan adanya Smart City itu, maka UKM juga harus smart,” harap Agus.

Hingga saat ini, Kemenkop dan UKM juga terus melakukan sosialisasi guna menunjang percepatan UKM menuju digital. Salah satunya yaitu dengan menggelar pelatihan, seperti pelatihan e-commerce dan penggunaan teknologi digital dalam usaha. Upaya percepatan tersebut juga dimaksudkan agar kedepan, UKM sudah maksimal dalam berbisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.

Namun Agus mengeluhkan sikap pengelola wilayah dan kota yang sudah jarang berkomunikasi dengan masyarakat dalam perencanaan wilayah dan kota.

“Karena planning process itu butuh komunikasi langsung. Artinya, dia terjun ke masyarakat. Tetapi karena ini eranya digital, maka komunikasi langsung juga bisa dilakukan tanpa face to face,” keluhnya.

Maka, menurut Agus, UKM harus memikirkan masa depan usahanya dengan perkembangan wilayah dan kota. Bahwa kedepan, akses untuk berbisnis akan jauh lebih mudah dengan adanya digital dan transportasi baru yang akan mempercepat proses distribusi produk. (Ris)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)