Wednesday, 21 November 2018

Negara Dililit Utang, Kwik Kian Gie: Kondisi Indonesia Sangat Bahaya

Negara Dililit Utang, Kwik Kian Gie: Kondisi Indonesia Sangat Bahaya

Foto: Mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ekonom senior Kwik Kian Gie menilai kondisi utang yang ditanggung negara hingga 2017 ini sudah dalam posisi sangat berbahaya. Pasalnya, jumlah utang yang ditanggung pun sangat fantastis. Hanya dalam dua tahun rezim Jokowi, utang indonesia bertambah hampir 1000 triliun rupiah.

“Utang negara sekarang sudah mencapai jumlah yang sangat besar, yaitu sekitar Rp. 3.600 triliun (dibulatkan). Ketika Jokowi disumpah sebagai Presiden, utang negara sebesar sekitar Rp. 2.600 triliun. Dalam waktu 2 tahun dia menambah utang sebesar Rp. 1.000 trilyun atau sebesar 38,46 persen. Ini peningkatan yang luar biasa dalam waktu dua tahun saja,” papar Kwik beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Menko Ekuin itu, kondisi negara saat ini sangatlah berbahaya. Dia menilai bahwa ini akibat dari negara yang dipaksa melakukan liberalisasi semaksimal mungkin.

“Ini dilakukan yang tercermin dari perkembangan perundang-undangan kita dalam bidang ekonomi sejak terbitnya UU no. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Baca buku karangan saya yang berjudul ‘Nasib Rakyat Indonesia dalam era Kemerdekaan’,” tukasnya.

Dalam kondisi negara yang terlilit utang, Kwik mengatakan, rakyat Indonesia akan menjadi korban. Rakyat akan dikorbankan dengan semakin diperas melalui pajak dan pungutan lainnya.

“Sangat benar bahwa rakyat diperas oleh pemerintah sekarang, sebagai contoh melalui pajak. Pembiayaannya utang. Utang ini dibayar dari APBN yang 90 % dari pajak, di sinilah letak pemerasan kepada rakyat dalam memungut pajak yang lebih besar dengan berbagai macam cara dan ancaman-ancaman,” jelas Kwik.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas itu juga berpendapat bahwa utang negara saat ini akibat dari ambisi Jokowi dalam bidang infrastruktur yang kebablasan dan tanpa perhitungan matang.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (4)

4 Comments

  1. Anonymous

    Pak kwik pernah jadi bagian rezim, yg menggunakan Hutang sebagai subsidi bbm dan hal tidak produktif lainnya. Hutang dipakai buat infrastruktur semua kebakaran jenggot, mana ada bangun infrastruktur sia sia (asal bukan proyek mangkrak), sebutkan satu contoh bangun jalan atau tol yg tidak terpakai di republik ini?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (4)