Wednesday, 18 October 2017

5 Tahun Jokowi-Ahok-Djarot

Derita Warga Kampung Akuarium yang Direlokasi ke Rusun

Derita Warga Kampung Akuarium yang Direlokasi ke Rusun

Foto: Warga Kampung Akuarium yang masih bertahan. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Banyak kisah yang cukup memilukan yang dialami warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara yang direlokasi ke beberapa rusunawa. Salah satunya, Juhay (47) yang sempat tinggal di rusunawa Kamal Muara, Jakarta Utara. Ia menceritakan pengalamannya sejak dirinya dan keluarganya direlokasi ke rusun tersebut.

“Kayaknya unit yang saya tempatin bekas orang cina deh, pas baru pindah ke rusun, saya masuk ke dalam kamar kecium bau dupa bekas orang yang duluan nempatin,” tutur Juhay kepada Swamedium.com, Ahad (8/10).

Dia juga menceritakan keluh kesahnya selama tinggal di rusun sederhana sewa itu. Menurutnya, rusun tersebut minim fasilitas bagi warga.

“Di sini tempatnya kecil, paling kalo di ruangan depan cuma bisa buat duduk berdua doang, gak ada ventilasi, banyak yang lantainya masih cor coran semen belom pake ubin,” ujarnya.

Ia melanjutkan banyak warga yang akhirnya harus kembali ke Kampung Akuarium karena tidak betah dan tidak sanggup membayar biaya sewa, lantaran penghasilan dari berdagang selama di Kampung Akuarium tidak bisa lagi dijalani karena direlokasi ke rusun. Sementara sebagian warga lainnya mencoba tetap berjualan di sekitar rusun namun tidak laku.

“Ada yang gak betah tinggal di rusun karena kebanyakan nyari makannya di Kampung Akuarium. Banyak yang jualan es batu keliling, dagang nasi, dan buruh serabutan, penghasilan pas pasan makanya ada yang mutusin balik lagi ke Kampung Akuarium. Kayak pak Adi (51) yang ngewarung di rusun Kamal muara, dagangannya sekarang gak laku, jarang ada yang beli, dia punya jualan beras sama telor eceran malah busuk dan kutuan selama jualan, parahnya lagi bang Turjoyo (30), biasa dagang es batu balokan gerobaknya ditinggal di Kampung akuarium, sekarang dipindahin jauh dari tempat nyari makannya,” ujar Juhay.

Bahkan, dia mengungkapkan ada warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor dari rusun Cakung, Jakarta Timur, tempat dia direlokasi, menuju ke Kampung Akuarium, tempat dia berjualan.

“Ada yang di rusun Cakung, ya jauh mondar mandir dari sana ke sini capek di jalan, sampe meninggal tabrakan abis jual es keliling, malemnya turun es dari truk angkut ke gerobaknya, dini hari juga langsung diantar ke warung warung yang belinya. Kesian kecelakaan, tabrakan motor di arah jalan mau pulang ke rusun Cakung abis dari Kampung Akuarium dagang es balok keliling,” tuturnya.

Dia pun menyesalkan tindakan Gubernur DKI saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilainya telah menyengsarakan warga.

“Emang tuh Ahok brengsek, harusnya dia jangan nyengsarain orang yang udah susah tambah disusahin,” lirihnya.  (Jok)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)