Tuesday, 21 November 2017

Pledoi Buni Yani, Hilangnya Kata Pakai Tak Termasuk Unsur Pidana

Pledoi Buni Yani, Hilangnya Kata Pakai Tak Termasuk Unsur Pidana

Foto: Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Tim pengacara terdakwa Buni Yani, Aldwina Rahadian membacakan pledoi ratusan halaman demi membela klein-nya yang telah dituntut 2 tahun penjara , denda Rp100 juta dana subsider 1 bulan kurungan.

Mengingat tebalnya pembelaan yang dilakukan pengacara, butuh waktu dua kali isoma (istirahat sholat dan makan) untuk menuntaskannya, saat berita ini ditulis, pledoi yang dibacakan pengacara baru sampai bab 7.

Sidang berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Dokumentasi Jl Seram Bandung, Selasa (17//10).

“Masih ada satu bab lagi, bab fakta persidangan,” kata Aldwina Rahadian, saat break isoma kedua,

Dalam pembelaannya di bab ke 7, Aldwina meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai M Sapto untuk menolak tuntutan JPU.

Dijelaskan Aldwina, menghilangkan kata pakai, dalam caption video yang di unggah Buni Yani tidak menghilangkan makna dari kalimat.

“Hal ini sesuai dengan kesaksian saksi ahli bahasa yang telah diajukan JPU,” katanya.

Saksi ahli bahasa dalam persidangan mengatakan struktur bahasa dalam bahasa Indonesia adalah Subjek, Predikat dan Objek.

Dan kata penghilangan kata PAKAI dalam caption Buni Yani tidak merusak struktur bahasa, sebab pakai tidak termasuk subjek predikat dan objek.

“Penjelasan ahli bahasa ini, konsisten saat dia menjadi saksi polisi. Oleh karenanya, kasus ini seharusnya tidak lanjut atau di SP3,” jelasnya.

Sehingga, penghilangan kata PAKAI tidak mengandung unsur pidana. (Ris)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)