Tuesday, 21 November 2017

Mahasiswa UIN Suska Riau Keluhkan Aksi Pendukung Cak Imin

Mahasiswa UIN Suska Riau Keluhkan Aksi Pendukung Cak Imin

Pekanbaru, Swamedium.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau menggelar kegiatan Kuliah Kebangsaan di Gedung PKM dengan pemateri tokoh nasional, Menristekdikti M Nasir dan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, Selasa (14/11).

Di luar gedung PKM berbaris puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Riau. Mereka meminta Ketua DPP PKB, Muhaimimln Iskandar untuk menjadi Pemimpin Indonesia.

Sontak saja, aksi ini dikeluhkan mahasiswa UIN Suska, seperti yang diungkapkan Panji, aksi ini terkesan merupakan aksi bayaran.

“Aksi ini kok seperti kampanye saja, unjuk rasa kok malah mendukung calon,” ujarnya.

Panji juga meminta pihak kampus untuk segera menindak tegas seruan aksi ini.

“Ini kan kampus, masa seruan aksi yang terindikasi politik seperti ini biarkan,” keluhnya.

Senada dengan Panji, mahasiswa UIN lainnya, Hardiyan, juga menyayangkan aksi ini, pasalnya ia menilai aksi ini merupakan kepentingan politik.

“Kampus ini kan kawasan bebas politik, cukuplah politik internal organisasi kampus saja, janganlah sampai politik luar kampus juga masuk dalam kampus,” tegasnya.

Sebagai informasi, massa aksi melakukan seruan aksi di depan PKM usai politikus PKB yang kerap disapa Cak Imin ini mengisi kuliah umum kebangsaan bersama Menrisdikti M Natsir.

Selain meminta Cak Imin untuk menjadi pemimpin Indonesia, massa juga mendesak Cak Imin untuk melepas gelar Panglima Santri, jika tidak mau berjuang untuk menjadi pemimpin Indonesia karena sudah saatnya santri memimpin NKRI ini.

Selain itu, terlihat juga spanduk bertuliskan, “Indonesia Butuh Cak Imin” yang ditulis dengan cat semprot berwarna merah. Aksi diakhiri dengan penandatangan persetujuan pernyataan sikap dan setelahnya, Cak Imin pun berfoto bersama massa aksi. (Hasbullah Tanjung/jurnalis warga)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)