Tuesday, 21 November 2017

Majelis Hakim yang Mengadili Buni Yani Dinilai Abaikan Fakta Persidangan

Majelis Hakim yang Mengadili Buni Yani Dinilai Abaikan Fakta Persidangan

Foto: Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung banyak mengabaikan fakta persidangan dalam memutuskan vonis terhadap Buni Yani dalam kasus pelanggaran UU tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Dalam sidang yang digelar Selasa (14/11), Buni Yani divonis dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Fahira mengatakan, berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara, yang menyatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersalah karena merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51, hakim secara tegas menyatakan tidak ada hubungan antara Buni Yani dengan Ahok. Namun menurutnya, hal tersebut tidak menjadi pertimbangan oleh Majelis Hakim PN Bandung.

Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris.
Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris. (ist)
“Ini sesungguhnya aneh. Oleh karena itu, saya mendukung langkah penuh Tim Kuasa Hukum Buni Yani mengajukan banding. Kami akan terus kawal Buni Yani menjemput keadilan,” katanya berdasarkan siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (24/11).

Selain itu, tuduhan jaksa yang dipatahkan oleh tim pengacara Buni Yani, yang juga dikuatkan oleh beberapa pakar hukum Indonesia, seperti Profesor Yusril Ihza Mahendera dan ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Profesor Dr M Muzakir, tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim. Dan tetap menetapkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Buni Yani merupakan tindakan melawan hukum.

Fahira dan elemem masyarakat lain yang sejak awal juga ikut mengawal kasus Buni Yani, sangat menyayangkan putusan Hakim PN Bandung yang menyatakan bahwa unggahan video oleh Buni Yani telah menimbulkan keresahan. Dimana sebelumnya, putusan hakim Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara secara tegas menyatakan, bahwa keresahan yang timbul di masyarakat terjadi karena ucapan Ahok yang mencederai perasaan dan memecah kerukunan umat.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)