Monday, 18 February 2019

Survei BI Ungkap Bunga KPR Tinggi Hambat Penjualan Properti

Survei BI Ungkap Bunga KPR Tinggi Hambat Penjualan Properti

Foto. Penjualan properti lesu meski jutaan orang belum punya rumah sendiri. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Selain ritel, sektor properti termasuk bisnis yang lesu dalam tiga tahun terakhir ini. Hasil survei residensial Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi faktor utama yang menghambat bisnis properti.

Saat ini, tingkat bunga KPR perbankan berada di kisaran 9,69 persen hingga 13,02 persen.

Menurut survei BI tersebut, sekitar 20,36 persen responden menyebut tingginya bunga KPR sebagai penghambat bisnis properti. Responden juga menyebut tingginya uang muka rumah (16,57 persen responden), pajak (16,13 persen), lamanya perizinan (14,45 persen), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,18 persen) sebagai penghambat bisnis properti.

“Berdasarkan lokasi proyek, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Gorontalo, sedangkan suku bunga KPR terendah terjadi di Maluku,” jelas BI yang dirilis Senin (13/10).

BI mencatat, tingkat bunga KPR yang diberikan perbankan pada kuartal tiga berkisar antara 9,69 persen hingga 13,02 persen. Adapun sekitar 76,42 persen konsumen, menurut Survei BI, masih memilih fasilitas KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial. Jumlah ini meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 75,54 persen.

Di sisi lain, penyaluran KPR dan KPA pada kuartal tiga tercatat sebesar Rp392 triliun, meningkat 2,52 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 1,88 persen secara kuartalan.

Survei BI juga menyebut, pada kuartal tiga, kenaikan harga rumah juga terjadi pada semua tipe rumah. Secara kuartalan, kenaikan tertinggi terjadi pada tipe rumah menengah yang naik 0,59 persen. Namun, secara tahunan, kenaikan harga rumah paling tinggi pada kuartal tiga terjadi pada rumah tipe kecil 5,73 persen.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)