Tuesday, 21 November 2017

Sandiaga Bakal Turunkan Angka Kemiskinan Jakarta yang Stagnan 10 Tahun

Sandiaga Bakal Turunkan Angka Kemiskinan Jakarta yang Stagnan 10 Tahun

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno kaget selama 10 tahun tak ada penurunan angka kemiskinan di Jakarta. (Bili/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku miris usai menerima laporan dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) soal angka kemiskinan di Ibu Kota.

Pasalnya, sejak 10 tahun terakhir angka kemiskinan di Jakarta tergolong stagnan dan tidak mengalami penurunan sama sekali. Sekalipun angka kemiskinan di Jakarta terendah secara peringkat nasional.

“Ada yg secara fundamental pendekatan yang dilakukan oleh kebijakan ekonomi kita belum dapat menurunkan angka kemiskinan. Nah ini kita harus ubah di lima tahun ke depan,” ungkap Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Rabu (15/11).

Mantan pengusaha PT Saratoga itu menjelaskan untuk menekan angka kemiskinan diperlukan kebijakan yang tepat. Menurutnya dengan memfokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan nantinya di harapkan angka kemiskinan perlahan menurun.

“Ini Ibu Kota Indonesia, ekonomi nomor 16 menuju ekonomi 10 besar di dunia. Jadi kita harus turunkan angka kemiskinan secara signifikan dengan trobosan-trobosan kebijakan,” jelasnya.

“Kita akan monitor terus, dengan basis data terpadu (BDT), tiap dua bulan sekali kita akan duduk kita akan sisir datanya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2017 sebesar 389,69 ribu orang (3,77%). Dibandingkan dengan September 2016 (385,84 ribu orang atau 3,75%), jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 3,85 ribu atau meningkat 0,02 poin. Sedangkan dibandingkan dengan Maret 2016 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 384,30 ribu orang (3,75%), jumlah penduduk miskin meningkat 5,39 ribu ataumeningkat 0,02 poin. (Bil)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)